Seputarpublik.com, Kota Bekasi - Molornya pengadaan tempat pemakaman baru di wilayah Bekasi Utara yang ditargetkan dimulai tahun 2026 ini terkendala kondisi ekonomi negara kita yang sedang tidak baik-baik saja dan sulitnya mendapatkan lahan untuk membangun pemakaman baru yang dibutuhkan.
Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim (ARH), saat diwawancarai media usai reses di Kampung Bulak Macan Kelurahan Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (9/7/2026).
Menurut anggota dewan yang menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi ini, masyarakat Bekasi Utara dan Medan Satria, khususnya warga Kaliabang Bungur asli yang tinggal di Kelurahan Harapan Jaya dan Kelurahan Pejuang sangat membutuhkan adanya tempat pemakaman baru di wilayahnya.
Kata Arif, tanah makam satu-satunya yang ada, yakni, tanah hibah para orang tua tempat untuk memakamkan warga Kaliabang Bungur asli yang meninggal sudah tidak ada tempat lagi alias sudah penuh.
"Ini menjadi problem serius bagi warga Kaliabang Bungur asli, mau dimakamkan di Perwira penuh, di Mangun Jaya yang disiapkan Pemerintah Kota Bekasi jauh lagi tanahnya berair," ujar Arif.
Warga Kampung Kaliabang Bungur, kata Arif, selama ini tidak pernah menuntut tanah makam ke Pemerintah Kota Bekasi, baru kali ini mereka menuntut karena kondisinya memang sudah sangat darurat dan memprihatinkan.
"Karena itu kita desak Pemerintah Kota Bekasi untuk segera memenuhi tuntutan warga Kaliabang Bungur Asli dengan menyiapkan secepatnya tanah pemakaman baru," tegas Arif.
Pemerintah Kota Bekasi, kata Arif, sebenarnya sudah merespon tuntutan warga dengan menyiapkan anggaran sekitar 8 milyar dan ditargetkan dimulai pembebasan lahannya di tahun 2026 ini. Tapi karena kondisi ekonomi kita yang sedang tidak baik-baik saja disamping juga lahannya belum dapat jadi tertunda.
"Tapi, sudah kita masukan lagi judulnya dan Insya Alloh tahun depan sudah bisa dianggarkan kembali. Saya bersama teman-teman anggota DPRD lain dan Pemkot Bekasi akan terus mendorong dan mengawal masalah krusial ini hingga terealisasi," pungkasnya.
(Red)
Komentar