Seputar Publik / Berita

PalmCo Normalisasi Kanal 5 Km, Bantu Atasi Banjir di Empat Desa Siak

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional III menyalurkan bantuan Rp200 juta untuk normalisasi kanal guna mengurangi risiko banjir yang selama empat tahun terakhir melanda ribuan warga di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.
PTPN IV Regional III bersama APDESI melakukan normalisasi kanal sepanjang 5 kilometer di Kecamatan Dayun, Siak. Program TJSL senilai Rp200 juta ini diharapkan mampu mengurangi banjir yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat. PTPN IV Regional III bersama APDESI melakukan normalisasi kanal sepanjang 5 kilometer di Kecamatan Dayun, Siak. Program TJSL senilai Rp200 juta ini diharapkan mampu mengurangi banjir yang selama bertahun-tahun mengganggu aktivitas dan perekonomian masyarakat.

> “Kami mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV Regional III atas bantuan dan penyaluran tanggung jawab sosial berupa CSR sebesar Rp200 juta yang nantinya dipergunakan untuk melakukan normalisasi kanal. Selama empat tahun ini masyarakat selalu menghadapi banjir. Dengan adanya bantuan ini, mudah-mudahan persoalan banjir dapat teratasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Camat Dayun, Wahyudi, menjelaskan bahwa bantuan tersebut dimanfaatkan oleh APDESI dan pemerintah setempat untuk melakukan normalisasi sungai menggunakan alat berat. Kanal yang dinormalisasi memiliki lebar sekitar enam meter dengan kedalaman empat meter.

Menurutnya, dukungan yang diberikan PTPN IV Regional III menjadi bentuk sinergi positif antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan bahwa program normalisasi kanal merupakan bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PalmCo untuk menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga menyentuh penyelesaian persoalan mendasar masyarakat melalui pembangunan infrastruktur lingkungan yang berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak terhadap produktivitas kebun masyarakat dan kegiatan ekonomi di wilayah sekitar.

Tulis Komentar

Komentar