Beranda
Seputar Publik / Berita

PalmCo Siapkan Proyek Percontohan Kedelai, Dukung Target Swasembada Pangan Nasional

Subholding Perkebunan Nusantara mulai petakan lahan potensial di Sumatera usai studi lapangan di sentra kedelai Nganjuk, Jawa Timur
PTPN IV PalmCo; PTPN IV PalmCo; "sentra produksi kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bagian dari persiapan proyek percontohan pengembangan kedelai untuk mendukung target swasembada pangan nasional.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Upaya pemerintah mempercepat swasembada pangan nasional terus mendapat dukungan dari sektor perkebunan. Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN IV PalmCo menyiapkan proyek percontohan pengembangan kedelai di sejumlah wilayah potensial sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, saat melakukan kunjungan ke sentra produksi kedelai di Desa Ngudikan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (15/5/2026). Kunjungan berlangsung di tengah panen raya kedelai nasional yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto.

Di tengah hamparan lahan kedelai yang mulai dipanen petani, Jatmiko menegaskan bahwa PalmCo mulai memetakan peluang pengembangan komoditas kedelai secara lebih serius sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha perusahaan.

“Kedelai bukan sekadar komoditas pertanian, tetapi bagian penting dari stabilitas pangan masyarakat karena menjadi bahan baku utama tahu dan tempe. Karena itu, kami melihat peluang pengembangannya dalam perspektif jangka panjang,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, langkah diversifikasi ke sektor pangan juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.

Berdasarkan data kebutuhan nasional, konsumsi kedelai Indonesia saat ini mencapai sekitar 2,6 hingga 2,7 juta ton per tahun, sementara produksi domestik belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Akibatnya, sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Di sisi lain, luas tanam kedelai nasional juga terus mengalami tekanan akibat alih fungsi lahan dan menurunnya minat petani.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi melalui perluasan areal tanam, penyediaan benih unggul, serta penguatan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, petani, hingga unsur TNI.

Dalam peninjauan tersebut, PalmCo melihat Kabupaten Nganjuk sebagai salah satu model pengembangan kedelai yang potensial. Di Desa Ngudikan, petani menerapkan pola tanam produktif berupa satu musim padi, satu musim kedelai, dan dua musim bawang merah dalam satu tahun.

Dukungan sistem irigasi yang memadai, topografi lahan yang relatif datar, serta kelembagaan petani yang kuat membuat produktivitas kedelai di wilayah ini mampu mencapai 1,7 hingga 2,1 ton per hektare. Bahkan, melalui penerapan teknologi organik dan prebiotik, hasil panen disebut berpotensi meningkat hingga 3,5 ton per hektare.

Menurut Jatmiko, pengalaman budidaya kedelai di Nganjuk akan menjadi referensi penting sebelum PalmCo menjalankan proyek percontohan di sejumlah wilayah perkebunan perusahaan.

Saat ini, PalmCo mulai melakukan kajian kesesuaian areal secara komprehensif untuk memastikan lahan yang akan digunakan memenuhi aspek agronomis, mulai dari kondisi tanah, ketersediaan air, topografi, hingga faktor iklim.

“Kami ingin memastikan pengembangan kedelai ini berjalan optimal dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh aspek teknis harus dipetakan secara matang sejak awal,” katanya.

Pada tahap awal, proyek percontohan akan dijalankan di sejumlah areal terpilih sebelum diperluas secara bertahap. Beberapa wilayah di Sumatera seperti Langkat, Deli Serdang, Pasaman, dan Banyuasin telah masuk dalam pemetaan awal karena dinilai memiliki karakter agroklimat yang sesuai untuk pengembangan kedelai.

PalmCo berharap program ini tidak hanya berkontribusi dalam memperkuat pasokan pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan perkebunan melalui pola kemitraan yang inklusif dan kolaboratif bersama petani.

Melalui langkah ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai penggerak sektor perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang berkelanjutan.(Adv)*


---



Caption Cover Foto Situs Berita:


Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, meninjau sentra produksi kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bagian dari persiapan proyek percontohan pengembangan kedelai untuk mendukung target swasembada pangan nasional.