Menurut Jatmiko, capaian tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus eskalasi komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan ekosistem. Kehadiran jajaran direksi dan manajemen regional di lapangan juga dilakukan untuk memastikan implementasi program berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain aspek lingkungan, program ini turut berkontribusi dalam menjaga kinerja ESG PalmCo di tingkat global, di mana perusahaan saat ini disebut berada di peringkat atas untuk kategori agrikultur. Fokus utama diarahkan pada perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) serta area kritis lainnya.
Fokus Beragam di Daerah
Implementasi program dilakukan secara serentak di tujuh region operasional dengan pendekatan yang disesuaikan kondisi ekologis masing-masing wilayah.
Di Kalimantan Barat, penanaman difokuskan pada area rawan degradasi lahan. Karyawan PTPN IV Regional V, Ike Septiani, menyebutkan bahwa keterlibatan langsung karyawan mendorong rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Vegetasi yang kuat diperlukan untuk menjaga struktur tanah agar tetap stabil dan mendukung keberlanjutan operasional,” ujarnya.
Sementara di Riau, penanaman diarahkan pada perlindungan ekosistem perairan. Candra Syahroni menjelaskan bahwa kegiatan dilakukan di sempadan sungai untuk mencegah erosi dan menjaga kualitas air.
“Penanaman di sepanjang aliran sungai menjadi prioritas, sekaligus mengajak masyarakat sekitar untuk ikut menjaga lingkungan,” katanya.
Melalui gerakan yang melibatkan ribuan karyawan ini, PalmCo menegaskan bahwa isu keberlanjutan merupakan bagian integral dari operasional perusahaan. Momentum Hari Bumi dimanfaatkan tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam memperluas dampak positif bagi lingkungan.(Adv)*
Komentar