Seputar Publik / Berita

Pemimpin Dunia dan Pemuda Berkumpul di Bali, Bahas Masa Depan AI dan Makna Kemanusiaan

XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme mempertemukan jejaring global untuk membahas AI, martabat manusia, pendidikan, perdamaian, dan masa depan generasi muda.
Forum XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme di Bali mempertemukan pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, serta generasi muda untuk membahas masa depan kecerdasan buatan dan kemanusiaan. Forum XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme di Bali mempertemukan pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, serta generasi muda untuk membahas masa depan kecerdasan buatan dan kemanusiaan.

Forum tersebut memperluas pembahasan teknologi dengan memasukkan perspektif kearifan tradisional, tata kelola ekologis, serta pengetahuan adat sebagai bagian dari diskusi mengenai masa depan teknologi dan masyarakat.

Young Changemakers Siapkan Pemimpin Muda

Berjalan berdampingan dengan forum utama, Young Changemakers Programme (YCP) menghimpun pemimpin muda berusia 18–24 tahun dalam perjalanan pembelajaran berbasis pengalaman.

Program tersebut dirancang sebagai ruang percakapan transformatif dan imersif dengan pendekatan kepemimpinan berbasis kesadaran atau awareness-based leadership.

Para peserta diajak merefleksikan sejumlah pertanyaan mengenai identitas manusia di tengah otomatisasi, kemampuan memahami dan berempati terhadap realitas orang lain, serta masa depan berkelanjutan dan regeneratif yang dapat dibangun bersama.

Mengacu pada model pedagogi Scholas Occurrentes, University of Meaning, dan Global Humanity for Peace Institute, peserta didorong menghubungkan pemikiran, pengalaman, dan karya menjadi aksi nyata berbasis komunitas.

Pendekatan tersebut diarahkan agar generasi muda tidak hanya melihat AI sebagai teknologi atau instrumen komersial, tetapi juga mempertimbangkan potensinya untuk mendukung martabat manusia, keadilan sosial, dan perubahan sistemik.

Didukung Kolaborasi Lintas Institusi

World Encounter Summit dan Young Changemakers Programme terselenggara melalui kolaborasi lima institusi, yakni Scholas Occurrentes, University of Meaning, Global Humanity for Peace Institute, Guerrand-Hermes Foundation for Peace, dan United In Diversity Foundation.

Penyelenggaraan Bali Harmony Encounter Week 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra korporasi dan institusi, antara lain Astra, Pertamina, Freeport Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Danantara, Sinar Mas, PT Gajah Tunggal Tbk., dan KEK Kura Kura Bali.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor yang diusung penyelenggara dalam mendorong transformasi teknologi, keuangan, keadilan sosial, dan pelestarian budaya.

Melalui pertemuan para pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, dan generasi muda dari berbagai negara, rangkaian forum di Bali tersebut menempatkan AI bukan semata sebagai persoalan teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari perdebatan mengenai arah peradaban dan masa depan manusia.(Red.)*

Tulis Komentar

Komentar