Seputar Publik / Berita

Pemimpin Dunia dan Pemuda Berkumpul di Bali, Bahas Masa Depan AI dan Makna Kemanusiaan

XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme mempertemukan jejaring global untuk membahas AI, martabat manusia, pendidikan, perdamaian, dan masa depan generasi muda.
Forum XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme di Bali mempertemukan pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, serta generasi muda untuk membahas masa depan kecerdasan buatan dan kemanusiaan. Forum XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme di Bali mempertemukan pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, serta generasi muda untuk membahas masa depan kecerdasan buatan dan kemanusiaan.

Isu AI dinilai semakin penting seiring perkembangan teknologi yang membawa peluang besar bagi pembangunan berkelanjutan, kemakmuran inklusif, dan penyelesaian berbagai tantangan global.

Namun, perkembangan tersebut juga dihadapkan pada kesenjangan akses terhadap data, daya komputasi, infrastruktur digital, talenta, kapasitas tata kelola, serta kemampuan berbagai negara dan masyarakat dalam menentukan bagaimana AI dirancang dan digunakan.

Karena itu, pembahasan mengenai kesenjangan AI tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut aspek moral, sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Bali Jadi Ruang Dialog AI dan Kemanusiaan

Sebagai pembuka resmi rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 sekaligus bagian awal dari inisiatif AI World Congress Bali, Bali Harmony Dialogue telah berlangsung pada 3 September 2026 di UID Bali Campus, KEK Kura Kura Bali.

Dialog yang diprakarsai Tri Hita Karana Forum bekerja sama dengan Scholas Chairs Congress XI oleh Scholas Occurrentes tersebut menghadirkan perwakilan pemerintah, organisasi internasional, perusahaan teknologi, sektor swasta, akademisi, masyarakat sipil, hingga komunitas lokal.

Tulis Komentar

Komentar