Seputar Publik / Berita

Pemimpin Dunia dan Pemuda Berkumpul di Bali, Bahas Masa Depan AI dan Makna Kemanusiaan

XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme mempertemukan jejaring global untuk membahas AI, martabat manusia, pendidikan, perdamaian, dan masa depan generasi muda.
Forum XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme di Bali mempertemukan pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, serta generasi muda untuk membahas masa depan kecerdasan buatan dan kemanusiaan. Forum XI International Scholas Chairs Congress 2026 dan Young Changemakers Programme di Bali mempertemukan pemimpin, akademisi, tokoh lintas agama, inovator, serta generasi muda untuk membahas masa depan kecerdasan buatan dan kemanusiaan.

Menurutnya, perkembangan teknologi perlu tetap memperhatikan aspek-aspek kemanusiaan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin, termasuk hati nurani, kebebasan, belas kasih, pencarian makna, dan perjumpaan antarmanusia.

Perspektif tersebut menjadi salah satu landasan pembahasan mengenai pentingnya pendidikan dalam mengarahkan kecerdasan manusia sekaligus kecerdasan buatan agar kemajuan teknologi tetap memperkuat martabat, persaudaraan, dan perdamaian.

Tiga Hari Bahas Masa Depan AI

Metodologi forum mengadopsi inspirasi dari Agora Yunani kuno, yakni ruang publik tempat masyarakat berkumpul untuk berdialog, menguji gagasan, dan melakukan refleksi bersama.

Setiap sesi Agora dirancang untuk membahas kapasitas manusia yang dinilai tetap memiliki peran penting di tengah perkembangan sistem otomatis, seperti pemikiran kritis, kreativitas seni, etika digital, dan partisipasi demokratis.

Rangkaian XI International Scholas Chairs Congress 2026 berlangsung dalam tiga agenda utama.

Pada 4 September, agenda pembukaan dan sesi Agora membahas tema mengenai kesadaran terhadap masa depan yang sedang dibangun serta pertanyaan tentang identitas manusia di era AI.

Tulis Komentar

Komentar