Kemudian Pasien dirawat selama beberapa hari, kondisi masih belum sembuh pasien minta izin keluar pada Kamis 12/09/2024 untuk mengikuti pertandingan final kontingen Gorontalo melawan Jateng di GOR ISC Idi.,” ucap dr. Munawir.
“Usai pertandingan kemudian pasien masuk lagi ke RSUD ZM Kamis 12 /09/2024 sekira pukul 18.00 WIB dalam kondisi sesak dan kaki bengkak. Hasil pemeriksaan pasien dapati ganguan fungsi ginjal (gagal ginjal akut menuju kronis) dan asam urat tinggi,” sebut dr. Munawir.
Sementara itu, pada Jumat (13/09/2024) Pasien direncanankan untuk rujuk ke Medan sesuai permintaan keluarga dan saran dari tim medais RSUD ZM. Sore harinya saat menunggu proses rujukan pasien mengalami sesak berat. Pasien akhirnya diputuskan untuk dilakukan hemodialisa (cuci darah) dan ini hasil persetujuan keluarga,” jelas dr.
“Pada pukul 20.00 WIB tim medis RSUDZM malakukan tindakan cuci darah sampai pukul 22.00 WIB, setalah itu pasien dikembalikan ke ruangan ICU dan pada pukul 04: 09 WIB WIB dini hari Sabtu 14/09 2024 pasien meninggal dunia di ruang ICU didamping istrinya dokter dan perawat.
Selanjutnya, janazah Almarhum dilakukan pemulasan dan dishalati di RSUD ZM Idi. Kemudian pada pukul 10:20 WIB pagi, Janazah didampingi istrinya dokter dan perawat dengan menggunakan ambulance RSUDZM Idi diantar ke Bandara International Kuala Namu untuk di kemabalikan ke Gorontalo,” demikian kata dr. Munawir.(*)
Komentar