Seputar Publik / Berita

Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun Signifikan, Satgas PRR Optimistis Relokasi ke Hunian Sementara Tuntas Sebelum Lebaran

Percepatan pembangunan 18.697 unit hunian sementara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian dinilai efektif menekan jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seiring percepatan pembangunan hunian sementara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seiring percepatan pembangunan hunian sementara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera.

Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 9 Maret 2026, jumlah pengungsi di tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami penurunan dibandingkan dua hari sebelumnya.

Di Aceh, jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai 2.099 kepala keluarga (KK) kini berkurang menjadi 1.695 KK yang masih berada di tenda pengungsian, atau turun sebanyak 404 KK.

Sementara itu di Sumatera Utara, jumlah pengungsi berkurang dari 201 KK menjadi 177 KK atau turun sebanyak 24 KK. Adapun di Sumatera Barat, saat ini sudah tidak terdapat lagi pengungsi yang tinggal di tenda pengungsian.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menyampaikan optimisme bahwa jumlah pengungsi akan terus menurun hingga menjelang Idulfitri 2026.

Menurutnya, strategi relokasi pengungsi dari tenda ke hunian sementara (huntara) berjalan efektif sehingga mampu menekan jumlah pengungsi secara signifikan.

Tulis Komentar

Komentar