Seputar Publik / Berita

Pengungsi Pascabencana Sumatera Turun Signifikan, Satgas PRR Optimistis Relokasi ke Hunian Sementara Tuntas Sebelum Lebaran

Percepatan pembangunan 18.697 unit hunian sementara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian dinilai efektif menekan jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seiring percepatan pembangunan hunian sementara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melaporkan penurunan signifikan jumlah pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat seiring percepatan pembangunan hunian sementara dan penyaluran Dana Tunggu Hunian.

“Tren penurunan jumlah pengungsi ini akan terus berlanjut hingga Idulfitri mendatang. Kami optimistis para penyintas akan segera menempati hunian sementara sehingga tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda,” ujar Amran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Penurunan jumlah pengungsi tersebut juga didukung percepatan pembangunan hunian sementara di tiga provinsi terdampak.

Dari total rencana pembangunan sebanyak 18.697 unit hunian sementara, hingga saat ini 13.431 unit telah selesai dibangun atau sekitar 71 persen dari target keseluruhan.

Secara rinci, pembangunan huntara di Sumatera Barat telah mencapai 100 persen, di Sumatera Utara mencapai 92 persen, sementara di Aceh telah mencapai sekitar 68 persen.

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang memilih tidak tinggal di hunian sementara.

Hingga saat ini, seluruh rekening penerima bantuan tersebut telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen kepada 12.771 penerima di tiga provinsi terdampak.

Melalui berbagai langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut, pemerintah berharap para penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang lebih layak serta memulai kembali aktivitas kehidupan secara normal.(red)*

Tulis Komentar

Komentar