Seperti halnya anak Betawi lain, Rahmat juga mempelajari ilmu agama serta silat (maen pukulan). Bahkan ia menekuni tarekat sebelum mengkreasikan maen pukulan. Beberapa daerah ia datangi guna mendalami tarekat, mulai dari Banten, Madura dan Cirebon. Namun sayangnya tidak diketahui pasti aliran tarekat dan guru-gurunya.
Di Tanah Abang, banyak generasi muda yang belajar maen pukulan Rahmat kepada Cing Ramdhani bin Suhaemi. Cing Ram yang lahir tahun 1935 di Tenabang merupakan cucu Kong Rahmat dari pihak ibu yang bernama Robi’ah.
Beliau berguru kepada H. Marjuki, anak dari Kong Rahmat. Cing Ramdhani sendiri telah mengajarkan maen pukulan Rahmat sejak usia muda hingga akhir hayatnya pada 2001.
JURUS-JURUS MAEN PUKULAN RAHMAT
Sejatinya jurus maen pukulan Rahmat berjumlah 16. Saat berguru pada Cat Eng Hiat, ia mendapatkan enam jurus tambahan kuntao sehingga total jurusnya menjadi 22. Adapun semuanya diturunkan kepada anaknya, yakni Marjuki (Cang Juki).
Berikut adalah jurus maen pukulan Rahmat:
- 1. Jurus Pukul
- 2. Jurus Potong
- 3. Jurus Koset
- 4. Jurus Sikut
- 5. Jurus Muka Dua
- 6. Jurus Muka Tiga
- 7. Jurus Tendang Tubruk
- 8. Jurus Serot
- 9. Jurus Pece’ Kiri
- 10. Jurus Tendang Pasang
- 11. Jurus Cina Tanggung
- 12. Jurus Cina Kurung
- 13. Jurus Kera
- 14. Jurus Empat Lima Pancer
- 15. Jurus Gerbang
CIRI KHAS MAEN PUKULAN RAHMAT
Sekalipun saat ini terdapat beberapa perbedaan pada sejumlah praktisi dan penggiat maen pukulan Rahmat, tapi tidak serta merta menghilangkan esensi dan karakter khasnya. Tak ayal jika hingga saat ini masih tampak ciri khas yang mencolok dari maen pukulan Rahmat dibanding maen pukulan Betawi lainnya.
Adapun ciri khas dari maen pukulan ini yaitu mempunyai kuda-kuda rendah berbentuk huruf U, kecepatan dan kekuatan yang tinggi juga menjadi ciri khas maen pukulan ini. Guna menguasainya, diperlukan modal usia muda dan fisik yang prima.
(*/Hel)
Komentar