Ia menyampaikan amanah dari keluarga Kong Rahmat dan Alm. Cing Ramdhani agar jurus asli silat aliran Rahmat tetap dipertahankan. Meskipun demikian, beliau membuka peluang untuk pengembangan dan kreasi, asalkan tetap berpegang pada pakem yang telah ditetapkan.

Camat Tanah Abang, Suprayogi, saat memberikan sambutannya
Camat Tanah Abang, Suprayogi, yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, bahwa Tanah Abang sejak dulu dikenal sebagai kampung para jago maen pukulan, seperti Sabeni dan Rahmat.
“Para jawara ini memiliki peran penting dalam memperjuangkan kemerdekaan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan kampung pada masa penjajahan dulu,” ucapnya.
Dirinya berharap dengan semakin berkembangnya sanggar-sanggar silat di Tanah Abang, dapat membantu dalam menjaga kondusivitas keamanan, terutama dalam mencegah terjadinya tawuran antar kampung dan hal-hal negatif lainnya, terutama bagi para anak remaja.
Sementara itu, Ayung, selaku ketua panitia acara yang juga pernah belajar maen pukulan Rahmat kepada Cing Ramdhani pada tahun 1993 – 1996 mengungkapkan, bahwa pentingnya melestarikan silat aliran Rahmat.
“Aliran silat Rahmat dan Sabeni merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas kultural masyarakat Tanah Abang,” ujar Ayung disela-sela acara.
Komentar