Seputar Publik / Berita

Perkuat Ekspor Petani Rakyat, IEC Dukung Kerja Sama Dagang Kopi dan Kakao Indonesia–Amerika Serikat

Akses Pasar AS Dinilai Strategis Dongkrak Kesejahteraan Petani dan Eksportir Menengah ke Bawah, Seiring Tingginya Permintaan Kopi dan Kakao Indonesia di Pasar Global
Indonesia Export Channel (IEC) mendukung penguatan kerja sama dagang Indonesia–Amerika Serikat untuk komoditas kopi dan kakao. Akses pasar yang lebih luas dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan ekspor, memperkuat ekonomi akar rumput, serta mendorong kesejahteraan petani dan eksportir skala menengah ke bawah di tengah persaingan perdagangan global. Indonesia Export Channel (IEC) mendukung penguatan kerja sama dagang Indonesia–Amerika Serikat untuk komoditas kopi dan kakao. Akses pasar yang lebih luas dinilai menjadi peluang strategis untuk meningkatkan ekspor, memperkuat ekonomi akar rumput, serta mendorong kesejahteraan petani dan eksportir skala menengah ke bawah di tengah persaingan perdagangan global.

Untuk komoditas kopi, Amerika Serikat tercatat sebagai tujuan utama ekspor kopi Indonesia. Pada Semester I 2025, volume ekspor kopi Indonesia ke AS mencapai 30,8 juta kilogram dengan nilai sekitar US$ 190,9 juta. Angka tersebut menempatkan AS sebagai negara pembeli kopi Indonesia nomor satu, melampaui negara-negara Eropa.

Sementara itu, pada komoditas kakao (cokelat), Amerika Serikat juga menjadi salah satu negara tujuan utama ekspor kakao dan produk olahannya. Pada 2023, nilai ekspor kakao Indonesia ke AS mencapai US$ 174,48 juta atau sekitar 14,56% dari total pangsa ekspor kakao nasional, menjadikan Negeri Paman Sam sebagai importir kakao penting bagi industri cokelat global.

Melihat besarnya peluang pasar tersebut, Denny Charter optimistis bahwa perjanjian bilateral yang saling menguntungkan akan mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor komoditas kopi dan kakao Indonesia secara signifikan.

> “Pasar AS sangat menghargai specialty coffee dan fine cacao. Ini adalah peluang emas. Harapan kami ke depan, kerja sama dagang RI–AS benar-benar pro-petani. Jika regulasi ekspor lebih bersahabat, kesejahteraan petani rakyat yang tergabung di IEC otomatis akan meningkat pesat,” pungkasnya.{red}*

Tulis Komentar

Komentar