Seputar Publik / Nusantara

Pj Bupati Palas Pimpin Apel Gabungan ASN/PPPK/Tenaga Honorer/TKS

Pj. Bupati Palas Dr. Edy Junaedi Harahap S.STP., M.Si saat sampaikan arahannya pada apel gabungan Pj. Bupati Palas Dr. Edy Junaedi Harahap S.STP., M.Si saat sampaikan arahannya pada apel gabungan

“Untuk urusan rezeki, dia harus satu tingkat kebawah misalnya saya contohkan pak camat jangan suka ngintip apa yang ada dalam dompetnya bupati, itu tidak boleh karena kita punya rezeki masing-masing. Tapi kalau bapak dapat rezeki berpikir satu tingkat kebawah, oh ya hari dapat satu juta, pak lurah dapat lima ratusan ribu kira-kira begitu. Jadi timbul rasa syukur. Dicontohkan Pj Bupati.

Tenang pak kalau kerja begitu, bahagia kita bersyukur jadinya, coba kalau kita bayangkan sebaliknya, seorang camat berpikir seperti luruh kalau urusan rezeki dia mikirin kantongnya Bupati, jalan enggak kira-kira organisasi seperti itu modelnya, saya rasa akan rusak dan hancur serta berantakan semuanya karena masing-masing tidak fokus pada pekerjaan ini sederhana yang saya sampaikan tadi. Jelas Pj Bupati.

“Urusan rezeki itu sudah ada yang atur bukan gak kita menentukan rezeki kita harus dapat berapa, tapi yang bisa kita ikur ialah apa yang bisa kita selesaikan dalam rangka pekerjaan dihari ini. Terang Pj Bupati.

Sekarang saya masuk apa yang sedang kita alami di kabupaten palas ini, kabupaten palas sudah 17 tahun bukan usia yang sebentar, kalau 17 tahun itu seorang warga sudah bisa mendapatkan KTP. Kita bersyukur palas ini menjadi kabupaten. Sebagai bukti ras syukur ini mari kita berikan pengabdian, kerja terbaik kita pada kabupaten ini. Ujarnya.

Bapak dan ibu hari ini, IPM kita kabupaten palas nomor dua terendah dari 33 kabupaten/kota se Provinsi sumut, palas nomor 32. Tapi yang ironisnya disini pertumbuhan ekonominya kabupaten palas nomor dua tertinggi se provinsi sumut, kok bisa pertumbuhan ekonomi nya tertinggi tapi pembangunan manusianya nomor dua terendah.

“Kita harus introspeksi diri, kenapa berarti ada yang belum benar, kita harus akui saja. Dari introspeksi diri itulah kita lakukan perbaikan perbaikan, displin itu merupakan awal perbaikan, kita tahu masih ada rencana rencana yang belum berjalan dengan baik. Kita harus tahu,bdan sadar bahwa ada eksekusi-eksekusi dari program yang belum berjalan dengan baik, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diikuti dengan pembangunan manusia yang tinggi”, ucapnya.

Kira-kira kita semua yang hadir disi melihat kondisi ini malu atau bangga, kalau kita merasa malu, beranjak dari rasa malu itulah kita akan memperbaiki diri, dari disiplin itu kita bisa memperbaiki nya.

“Pj Bupati mengakhiri arahannya itu yang jelas saya sampaikan hari ini, kepada seluruhnya yang hadir siap utuk berubah semuanya bapak ibu, siap kita untuk membangun kabupaten palas, itu barangkali yang bisa saya sampaikan, terimakasih buat semuanya yang hadir”. Pungkasnya. (*)

Tulis Komentar

Komentar