Beranda
Seputar Publik / Berita

PMI Jakarta Utara Terima Kunjungan Akademisi Umea University Swedia, Perkuat Strategi Pengembangan Karakter Relawan Kemanusiaan

Kunjungan Associate Professor Veronica Strandh menjadi momentum penguatan kolaborasi internasional dalam pengembangan kapasitas relawan, manajemen kebencanaan, serta pendidikan karakter sosial kemanusiaan di lingkungan PMI.
PMI Kota Jakarta Utara menerima kunjungan Associate Professor Veronica Strandh dari Umea University, Swedia, untuk berdiskusi mengenai penguatan karakter relawan, pengembangan kapasitas organisasi kemanusiaan, serta peluang kolaborasi akademik dan kebencanaan. Jum'at (10/7/2026). PMI Kota Jakarta Utara menerima kunjungan Associate Professor Veronica Strandh dari Umea University, Swedia, untuk berdiskusi mengenai penguatan karakter relawan, pengembangan kapasitas organisasi kemanusiaan, serta peluang kolaborasi akademik dan kebencanaan. Jum'at (10/7/2026).

Seputarpublik.com || JAKARTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara menerima kunjungan Associate Professor Veronica Strandh dari Department of Political Science, Umea University, Swedia, di Markas PMI Kota Jakarta Utara, Semper, Jumat (10/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengembangan kapasitas relawan kemanusiaan, manajemen kebencanaan, serta membuka peluang kolaborasi akademik di tingkat internasional.

Dalam kunjungan tersebut, Veronica Strandh didampingi Herry Firmansyah dari Divisi Pengembangan Sumber Daya (PSD) Markas Pusat PMI. Kehadiran akademisi asal Swedia itu merupakan bagian dari rangkaian penelitian mengenai peran Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dalam penguatan kapasitas organisasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana.


Rombongan disambut langsung oleh jajaran pengurus dan relawan PMI Kota Jakarta Utara.

Ketua Bidang Organisasi dan Relawan PMI Kota Jakarta Utara, Troy Aldi Pratama, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya PMI Jakarta Utara sebagai salah satu lokasi penelitian. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk saling bertukar pengalaman mengenai strategi pembinaan relawan.

> "Bagi PMI Kota Jakarta Utara, pengembangan relawan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan karakter sosial kemanusiaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama bagi setiap relawan dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan," ujar Troy.


Sementara itu, Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah, menekankan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan organisasi di tengah meningkatnya tantangan kebencanaan, termasuk dampak perubahan iklim dan gelombang panas ekstrem (heatstroke).

Menurutnya, penguatan kapasitas relawan menjadi bagian dari langkah strategis yang sejalan dengan kebijakan PMI Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan ketangguhan menghadapi berbagai potensi bencana.

Menanggapi paparan tersebut, Veronica Strandh mengaku terkesan dengan pendekatan yang diterapkan PMI Jakarta Utara dalam membina para relawan.

Ia menilai, penanaman karakter sosial kemanusiaan sebagai fondasi sebelum pemberian pelatihan teknis merupakan pendekatan yang unik dan memiliki nilai strategis dalam membangun organisasi kemanusiaan yang berkelanjutan.


> "Pertemuan ini memberikan inspirasi sekaligus memperkuat pandangan saya mengenai pentingnya investasi dalam pengembangan kapasitas organisasi dan sumber daya relawan untuk menjalankan mandat kemanusiaan secara berkelanjutan," ungkap Veronica.

Selain menjadi forum berbagi pengalaman, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Umea University dan PMI, baik melalui jejaring akademik, penelitian bersama, maupun pengembangan program-program kemanusiaan di tingkat internasional.

Menutup pertemuan, PMI Kota Jakarta Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas relawan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan.

Bagi PMI, relawan bukan sekadar sumber daya pendukung organisasi, melainkan aset utama yang harus terus dibina melalui penguatan kompetensi, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu menjawab tantangan kebencanaan serta kebutuhan masyarakat di masa kini maupun masa mendatang. (Red)*