Pramono menegaskan, selama hampir satu tahun kepemimpinannya, pembangunan yang bersifat mendasar seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial terus diakselerasi. Enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi fokus utama, dengan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas teratas.
“Program KJP, KJMU, pemutihan ijazah, hingga penguatan layanan kesehatan seperti Pasukan Putih akan terus kami lanjutkan. Untuk TBC dan stunting, harus ada kerja lapangan yang konkret. Posyandu wajib terlibat aktif,” tegasnya.
Ia juga menargetkan perbaikan signifikan peringkat Jakarta dalam penanganan TBC dan stunting pada tahun mendatang. Seluruh warga Jakarta tanpa terkecuali, lanjutnya, harus mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas demi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua TP Posyandu DKI Jakarta, Hani Pramono, menyebut Posyandu memiliki peran vital dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, bayi, balita, dan keluarga.
“Ke depan, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat pembelajaran keluarga sehat, pusat pemantauan tumbuh kembang anak, dan pusat gerakan hidup sehat masyarakat perkotaan,” ujar Hani.
Ia mengajak seluruh Tim Pembina Posyandu yang baru dilantik untuk menyatukan visi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan profesionalitas kader agar pelayanan semakin berkualitas dan merata.
“Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan harus menjadi kekuatan utama. Kami ingin manfaat Posyandu benar-benar dirasakan seluruh warga Jakarta,” tandasnya.(*/hel)
Komentar