Seputarpublik.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan kebijakan penggratisan seluruh transportasi publik yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama dua hari pada momentum Idulfitri 1447 Hijriah.
Kebijakan tersebut berlaku pada hari H dan H+1 Lebaran sebagai upaya memberikan kemudahan mobilitas sekaligus menghadirkan suasana perayaan Idulfitri yang lebih meriah bagi warga ibu kota.
“Saya sudah memutuskan, untuk menyambut Idulfitri ini selama dua hari semua transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta digratiskan,” ujar Pramono saat menghadiri acara buka puasa bersama tokoh masyarakat dan warga di GOR Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Senin (16/3/2026).
Layanan transportasi yang digratiskan meliputi MRT Jakarta, LRT Jakarta, TransJakarta, TransJabodetabek, JakLingko, serta Mikrotrans.
Meski digratiskan, pengguna tetap diwajibkan melakukan tap kartu uang elektronik saat masuk ke layanan transportasi publik. Tarif yang tercatat dalam sistem tetap sebesar Rp1 sebagai bagian dari mekanisme pencatatan perjalanan.
Akses Wisata Gratis bagi Pemegang KJP
Selain transportasi publik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memberikan akses gratis ke sejumlah destinasi wisata bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Menurut Pramono, kebijakan ini diharapkan dapat memberikan ruang rekreasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat selama libur Lebaran.
“Bahkan bagi ibu-ibu yang anaknya memegang KJP, masuk Ancol, masuk Ragunan, masuk Monas, kami gratiskan,” ujarnya.
Beberapa destinasi wisata yang dapat diakses gratis antara lain Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, serta Monumen Nasional.
Pemprov Perkenalkan Program “Mudik ke Jakarta”
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga memperkenalkan konsep “Mudik ke Jakarta” bagi masyarakat yang tidak pulang ke kampung halaman.
Program ini dirancang agar warga tetap dapat menikmati suasana Lebaran di ibu kota melalui berbagai kegiatan rekreasi dan hiburan.
Sebagai bagian dari program tersebut, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan pusat perbelanjaan dan sektor perhotelan untuk menghadirkan festival diskon hingga 70 persen selama periode libur Lebaran.
“Pemprov DKI Jakarta sudah membebaskan sebagian pajak pusat perbelanjaan dan perhotelan. Nantinya kita akan menggelar pesta diskon hingga 70 persen,” jelasnya.
Program Mudik Gratis Tetap Dilaksanakan
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap menjalankan program mudik gratis bagi warga yang ingin pulang ke kampung halaman.
Pada tahun ini, jumlah peserta program tersebut meningkat menjadi lebih dari 30.000 pemudik yang akan diberangkatkan menggunakan lebih dari 750 bus menuju berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga berencana menggelar Car Free Night pada malam takbiran serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk melaksanakan pawai obor sebagai bagian dari tradisi menyambut Idulfitri.
“Kita memberikan ruang seluas-luasnya. Mudah-mudahan Idulfitri ini memberikan kesan yang mendalam bagi siapa pun yang merayakannya,” kata Pramono.
Bukber Jadi Momentum Silaturahmi
Pramono menambahkan, kegiatan buka puasa bersama yang digelar bersama tokoh masyarakat tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Acara tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bentuk kepedulian sosial selama bulan Ramadan.
Di akhir kegiatan, Pramono mengajak masyarakat tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi serta menjaga persatuan dan kerukunan di Jakarta.
“Kami mengajak masyarakat Jakarta tetap tenang dan bijak dalam menyikapi berbagai informasi di tengah dinamika global. Dengan suasana kota yang aman dan kondusif, kita berharap Jakarta menjadi kota yang tertib, rukun, dan nyaman bagi seluruh warganya,” pungkasnya.(*/hel)