Ia memastikan revitalisasi museum tersebut akan dilakukan dengan anggaran sebesar Rp15 miliar agar menjadi pusat edukasi sejarah Betawi yang representatif dan menarik, khususnya bagi kalangan pelajar.
“Saya sudah memutuskan Museum Hoesni Thamrin akan kita revitalisasi. Saya ingin museum ini menjadi destinasi unggulan Jakarta, terutama bagi pelajar, selain Monumen Nasional, Ancol, dan Taman Mini Indonesia Indah,” tegasnya.
Selain revitalisasi museum, Pramono juga memaparkan sejumlah langkah konkret lainnya untuk memperkuat tradisi dan nilai kebudayaan Betawi. Di antaranya penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) secara berjenjang mulai dari tingkat RT/RW hingga provinsi, pelaksanaan Haul Ulama Betawi sebagai bagian dari rangkaian HUT DKI Jakarta di Monas, serta penataan pertunjukan ondel-ondel agar tampil di panggung resmi, bukan lagi di pinggir jalan.
Ia menilai silaturahmi di Masjid Jami Tangkuban Perahu menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Betawi di tengah dinamika kota global.
Komentar