Beranda
Seputar Publik / Berita

Kemenko Polkam Pantau Program CKG dan Koperasi Merah Putih di Papua Barat Daya

Seputar Publik Sorong - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melakukan pemantauan terhadap program prioritas presiden di Papua Barat Daya, Rabu (20/8/2025). Program yang dipantau antara lain Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Sorong.

​Asisten Deputi Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika, Marsma TNI Agus Pandu Purnama, menyatakan bahwa kedatangan Kabupaten Sorong sebagai sampel untuk menyatukan program-program prioritas presiden. Program CKG yang dikunjungi adalah di UPTD Puskesmas Malawili. Sementara Koperasi Merah Putih yang dipantau adalah Koperasi Merah Putih Kelurahan Mariyai.

​"Di sana kita bisa melihat koperasi Merah Putih. Setelah kami cek di lapangan, secara legalitas berbadan hukum sudah 100% dari beberapa desa dan kelurahan," kata Marsma Pandu.

Keterangan yang diperoleh Kemenko Polkam dari Pemkab Sorong, Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Sorong telah berdiri di 26 distrik dan 227 kampung dengan legalitas 253 badan hukum koperasi. Prospek usahanya meliputi penyediaan sembako, simpan pinjam, dan pertanian. Apalagi koperasi telah memiliki lahan seluas 1 hektar yang dimanfaatkan untuk usaha niaga dan penggemukan sapi. 

Namun, kata Marsma Pandu, memang ada beberapa kendala, salah satunya mengenai permodalan. "Pemerintah tengah merencanakan mekanisme peminjaman melalui Bank Himbara, skema pemberian pinjaman ini telah diatur dalam PMK 49 tahun 2025" tuturnya.

Secara nasional, hingga akhir Juli 2025, telah terbentuk secara kelembagaan sebanyak 8.081 Koperasi Merah Putih. Sebanyak 165 koperasi yang ada juga dikembangkan. Sementara ada 22 koperasi lainnya yang direvitalisasi.

​Selain itu, Pandu juga melihat program Cek Kesehatan Gratis di UPTD Puskesmas Malawili. Ia menyebut ada beberapa kendala, yaitu masalah SDM. Namun ia memastikan hal itu sudah diupayakan oleh Kabupaten Sorong secara maksimal. Program Cek Kesehatan Gratis di UPTD Puskesmas Malawili tercatat memiliki 14.758 peserta, dengan Kabupaten Sorong menempati urutan partisipasi tertinggi yakni sebanyak 3.378 orang.

Meski sudah berjalan, Pemkab Sorong khususnya petugas kesehatan setempat perlu meningkatkan partisipasi masyarakat. Salah satunya dengan menyasar komunitas keagamaan dan kelompok masyarakat. 

​"Memang harus ada literasi atau pemahaman kepada masyarakat. Pentingnya mengubah pola pikir bahwa pemeriksaan itu lebih penting dari pada berobat setelah sakit. Untuk itulah pemerintah menyediakan program pemeriksaan kesehatan gratis," jelasnya.

Secara nasional, hingga akhir Juli 2025, Program Cek Kesehatan Gratis sudah menyasar lebih dari 15 juta penerima manfaat. Di bulan Agustus ini, sebanyak 282.000 penerima manfaat baru hilang. Target Sementa selama tahun 2025 adalah 60 juta penerima manfaat secara nasional. ***