Menurutnya, disiplin dalam penggalian produksi, khususnya pada aspek penyadapan, menjadi faktor kunci dalam peningkatan produktivitas. Ia menyoroti masih adanya kekurangan hari kerja (HK) sadap serta kapasitas penyadap yang belum maksimal akibat sejumlah areal produktif yang belum tersadap secara optimal.
“Seluruh potensi tanaman produktif harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu memberikan kontribusi terbaik terhadap peningkatan produktivitas kebun secara berkelanjutan,” tegas Fauzi dalam arahannya.
Selain meninjau areal perkebunan, Fauzi juga melakukan evaluasi terhadap fasilitas pengolahan karet di Unit Padang Pelawi. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan perhatian khusus terhadap aspek efisiensi operasional dan tata letak (layout) pabrik yang dinilai telah memenuhi standar operasional yang baik.
Bahkan, Pabrik Padang Pelawi ditetapkan sebagai salah satu rujukan atau lokasi studi banding dalam rencana pembangunan pabrik Standard Indonesian Rubber (SIR) di Merbuh, Regional 3. Hal ini semakin mempertegas posisi Unit Padang Pelawi sebagai salah satu pusat keunggulan teknis dalam pengolahan karet di lingkungan PTPN I.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan peran strategis Kebun Padang Pelawi sebagai backbone komoditas karet di Regional 7, sekaligus barometer pengembangan industri karet perusahaan.
Melalui penguatan pengawasan, pembenahan teknis, serta optimalisasi produktivitas di seluruh lini operasional, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I optimistis dapat terus meningkatkan daya saing komoditas karet nasional sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pertumbuhan industri perkebunan Indonesia.(Adv)*
Komentar