Seputar Publik / Berita

PTPN I Regional 5 Perkuat Kemitraan Petani Tembakau Jember, Dongkrak Kesejahteraan dan Pasokan Ekspor TBN

Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 5 mengembangkan kemitraan Tembakau Bawah Naungan (TBN) di Jember dengan skema sewa lahan, pemberdayaan petani, dan transfer teknologi guna mendukung kesejahteraan masyarakat serta menjaga daya saing ekspor.
Aktivitas budidaya Tembakau Bawah Naungan (TBN) di Desa Ajong, Jember, melalui program kemitraan PTPN I Regional 5 yang mengedepankan pemberdayaan petani, transfer teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aktivitas budidaya Tembakau Bawah Naungan (TBN) di Desa Ajong, Jember, melalui program kemitraan PTPN I Regional 5 yang mengedepankan pemberdayaan petani, transfer teknologi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

> "Petani pemilik lahan pada dasarnya membutuhkan kepastian hasil, keamanan aset yang mereka miliki, dan rasa percaya diri. Melalui program ini, para petani yang sebelumnya masih menerapkan budidaya tradisional dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman langsung dari model pertanian modern, seperti smart farming berbasis science farming. Dengan ilmu tersebut, kami berharap mereka semakin mandiri dan sejahtera di masa depan," tambah Abdul Rivai Ras.

Melalui pengembangan kemitraan tersebut, PTPN I menempatkan petani sebagai mitra strategis dalam rantai nilai agribisnis perusahaan. Selain menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku tembakau premium, pola ini juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui kombinasi penerimaan dari sewa lahan dan upah kerja.

Salah seorang petani pemilik lahan di Desa Ajong, Supardi (48), mengaku merasakan manfaat langsung dari program kemitraan tersebut.

> "Kami merasa sangat beruntung dengan adanya program kemitraan lahan dari PTPN I Regional 5 ini. Pembayaran kompensasi yang diselesaikan di awal memberikan kepastian untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjadi modal bertani pada musim berikutnya. Kami juga tetap dilibatkan menggarap lahan sendiri dengan upah yang layak, sehingga tetap memiliki rasa bangga dan tanggung jawab terhadap tanah yang kami miliki," ungkap Supardi.

Model kemitraan yang dijalankan PTPN I Regional 5 terus memperoleh respons positif dari masyarakat. Tingginya partisipasi warga tercermin dari semakin luasnya areal persawahan yang dikerjasamakan melalui pola kemitraan tersebut pada setiap musim tanam.

Melalui pendekatan yang mengedepankan kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I terus memperkuat komitmennya dalam membangun agribisnis yang berkelanjutan. Kemitraan ini diharapkan tidak hanya menjaga daya saing tembakau Indonesia di pasar global, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi petani serta mendorong pertumbuhan kawasan di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar