Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru yang dikelola langsung oleh masyarakat adat. Bantuan bibit sapi unggul tersebut merupakan aset produktif yang diharapkan mampu berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus menjadi social safety net bagi masyarakat desa.
Jatmiko menambahkan, pendekatan partisipatif yang selaras dengan kearifan lokal menjadi kunci keberhasilan program agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Di Kampar, budaya dan potensi peternakan sangat sejalan. Kami berharap program ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat adat untuk mengoptimalkan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi kolektif,” tambahnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari tokoh adat dan pemerintah desa setempat.
Datuk Banda Garu, selaku Ninik Mamak Desa Talang Danto, menyampaikan apresiasi atas perhatian perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu dalam memperkuat ekonomi masyarakat kami. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut ke depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Desa Kasikan, Alhudri, menilai bantuan tersebut menjadi peluang baru bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif berbasis peternakan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari PTPN IV PalmCo. Bantuan ini akan kami kelola dengan baik agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapan kami, sinergi ini dapat terus terjalin secara berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus mereplikasi dan mengembangkan model pemberdayaan serupa yang mengintegrasikan potensi lokal dengan visi besar perusahaan, guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kelaparan.(Adv)*
Komentar