“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasional perusahaan harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat. Program budidaya ternak ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi merupakan investasi sosial dan bagian dari desain besar ESG PalmCo untuk membangun ekosistem ekonomi sirkular dan ketahanan pangan dari tingkat desa,” ujar Jatmiko.
Dalam pelaksanaannya, bantuan yang diberikan dirancang khusus untuk tujuan budidaya berkelanjutan, bukan konsumsi jangka pendek. Sebanyak 20 ekor sapi indukan produktif dengan bibit unggul usia produktif disalurkan secara merata, masing-masing 10 ekor untuk Desa Kasikan dan 10 ekor untuk Desa Talang Danto.
Setiap desa menerima komposisi sapi jantan dan betina guna mendukung proses pengembangbiakan secara mandiri.
“Desain bantuan ini telah diperhitungkan secara matang. Dengan komposisi sapi jantan dan betina usia produktif, kami berharap masyarakat tidak hanya membesarkan lalu menjualnya, tetapi mampu melakukan pembiakan secara mandiri sehingga populasi ternak terus bertambah dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Adat
Komentar