Lebih lanjut, Jatmiko mendorong para talenta muda perseroan agar memiliki keberanian dalam mengeksekusi strategi, namun tetap mengedepankan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian atau calculated risk.
Menurutnya, setiap keputusan bisnis harus dilandasi integritas serta mempertimbangkan kepentingan publik dan negara.
“Apakah inovasi itu berarti nekat? Tidak. Itu namanya calculated risk, risiko yang sudah diperhitungkan. Jadi kalau kita mau melompat, selama kita dengan hati bersih untuk rakyat, kita lompat. Tapi harus dihitung, melompat jangan sampai jatuh, tidak boleh sembarangan,” tegasnya.
Talenta Muda Disiapkan Jadi Motor Penggerak Industri
Jatmiko juga mengingatkan bahwa kinerja positif yang berhasil dicapai perseroan justru meningkatkan ekspektasi dari berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, perusahaan tidak hanya dituntut untuk mengejar profit, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung perekonomian nasional dan perkembangan industri sawit Indonesia.
“Keberhasilan kita hari ini bukan berarti membuat kita diapresiasi untuk kemudian dibiarkan hidup tenang. Tidak. Justru kita kini dianggap dan diharapkan bisa menjadi motor penggerak dari sawit nasional,” pungkas Jatmiko.
Sebagai informasi, Next Gen Leaders Camp 2026 merupakan program penyiapan estafet kepemimpinan PTPN IV PalmCo yang berlangsung selama tiga hari, pada 16–18 Juli 2026.
Program tersebut diikuti insan muda pilihan PTPN IV PalmCo yang berasal dari berbagai regional di Indonesia.
Selain Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa, sesi tersebut juga dihadiri secara langsung oleh jajaran Board of Directors lainnya, yakni Ugun Untaryo, Rury C. Baskoro, dan Arya Sandhiyudha.
Kehadiran jajaran direksi dalam program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengembangan SDM sekaligus menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang mampu menghadapi dinamika industri sawit dan menjalankan tanggung jawab strategis perusahaan secara berkelanjutan.(Red)*
Komentar