Seputarpublik.com || PEKANBARU — PTPN IV Regional III, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), meraih 11 penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) kategori Biru periode 2024–2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.
Capaian tersebut diberikan kepada sejumlah entitas di bawah Sub Holding PTPN IV PalmCo sebagai bagian dari penilaian terhadap kinerja pengelolaan lingkungan perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional agroindustri di wilayah Riau.
Penghargaan Proper Biru tersebut diserahkan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto kepada perwakilan PTPN IV Regional III, Manager Kebun dan PKS Sei Pagar Triana Anggraini, di Stadion Utama Riau, Pekanbaru.
Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen dan konsistensi unit kerja dalam menjalankan kegiatan operasional yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Alhamdulillah kami mampu mempertahankan Proper Biru dan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan di unit-unit kerja terus dilakukan secara konsisten dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan PTPN IV Regional III,” kata Bambang.
11 Unit Kerja Raih Proper Biru
Sebanyak 11 unit kerja PTPN IV Regional III yang memperoleh Proper Biru tersebut terdiri dari:
1. PKS Sei Intan
2. PKS Sei Tapung
3. PKS Tandun
4. PKS Terantam
5. PKS Sei Garo
6. PKS Sei Galuh
7. PKS Sei Pagar
8. PKS Sei Buatan
9. PKS Lubuk Dalam
10. PKS Tanjung Medan
11. PPKR Sei Lindai
Proper Biru merupakan salah satu peringkat dalam penilaian kinerja perusahaan terkait pengelolaan lingkungan. Dalam konteks operasional perusahaan, aspek yang menjadi perhatian antara lain pengendalian pencemaran air, pengelolaan sumber air, pengendalian pencemaran udara, pengendalian kerusakan ekosistem gambut, serta pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3).
Pemanfaatan Limbah Sawit untuk Energi
PTPN IV Regional III, yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V sebelum bergabung dalam aksi korporasi ke PTPN IV PalmCo, menyebut pengelolaan lingkungan telah menjadi bagian dari kegiatan operasional perusahaan.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui pemanfaatan limbah cair kelapa sawit untuk menghasilkan energi baru terbarukan dengan teknologi methane capture.
Hingga kini, sebagian besar unit pabrik kelapa sawit PTPN IV Regional III telah mengoperasikan pembangkit tenaga biogas. Fasilitas tersebut terdiri dari dua pembangkit listrik tenaga biogas, sementara empat fasilitas lainnya dimanfaatkan sebagai co-firing.
Salah satu instalasi PTBg co-firing Lubuk Dalam PTPN IV Regional III juga disebut berhasil meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dan memperdagangkan kredit karbonnya melalui IDXCarbon.
Jaga Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi
Selain pengelolaan limbah dan pemanfaatan energi, PTPN IV Regional III juga menyatakan terus menjaga serta melestarikan kawasan bernilai konservasi tinggi atau High Conservation Value (HCV) di masing-masing unit kebun yang tersebar di berbagai wilayah Riau.
Bambang menjelaskan, pengelolaan lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional perusahaan.
Setiap unit kerja, kata dia, didorong untuk terus meningkatkan kepatuhan, melakukan pengendalian terhadap dampak lingkungan, serta memastikan proses produksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Menurut Bambang, capaian Proper Biru tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi PTPN IV Regional III untuk terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam menjalankan bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
“Ke depan kami tidak hanya mempertahankan capaian ini, tetapi juga terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan. Kepatuhan terhadap regulasi merupakan fondasi, sementara peningkatan kinerja lingkungan menjadi bagian dari upaya kami membangun operasional yang berkelanjutan,” ujarnya.
Produktivitas dan Lingkungan Berjalan Beriringan
Bambang menambahkan, capaian tersebut juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit memberikan manfaat ekonomi dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Prinsip keberlanjutan harus berjalan beriringan dengan produktivitas. Kami ingin memastikan operasional perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan perusahaan, dengan tetap menjaga lingkungan sebagai bagian penting dari keberlanjutan usaha,” demikian alumni Universitas Riau tersebut.
Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group), PTPN IV Regional III menyatakan akan terus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, termasuk melalui pengelolaan lingkungan serta peningkatan kinerja di setiap unit kerja.(Adv.)*