Seputarpublik.com || PONTIANAK, 6 Oktober 2026 — Kekayaan budaya Kalimantan Barat terus dikembangkan menjadi karya kreatif bernilai ekonomi melalui tangan para perajin lokal. Salah satunya dilakukan Karya Etnik Equator (KEE), mitra binaan PTPN IV Regional V, yang mempersiapkan beragam produk kriya khas Bumi Khatulistiwa untuk ditampilkan dalam ajang Kriyanusa 2026.
Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya perajin Kalimantan Barat ke pasar yang lebih luas, sekaligus mendorong produk lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional hingga berpeluang menembus pasar global.
Karya Etnik Equator merepresentasikan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengolah kekayaan budaya daerah menjadi produk bernilai tambah. Dengan mengedepankan kreativitas dan inovasi, KEE mengembangkan berbagai produk berbasis tenun tradisional, motif khas Kalimantan Barat, aksesori etnik, hingga kerajinan berbahan alam yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar modern.
Sebagai UMKM binaan PTPN IV Regional V, yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara, Karya Etnik Equator memperoleh dukungan dalam pengembangan kapasitas usaha dan perluasan peluang pemasaran. Partisipasi dalam Kriyanusa 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan karya para perajin daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Produk yang dihadirkan KEE tidak hanya mengutamakan keindahan desain, tetapi juga membawa cerita budaya yang melekat pada proses pembuatannya.
Salah satu produk unggulannya adalah pengembangan Tenun Ikat Dayak Sintang menjadi aksesori modern. Kain tradisional tersebut dikreasikan melalui perpaduan pewarna alami, batu alam, payet, dan kristal sehingga menghasilkan produk fesyen bernuansa etnik yang tetap mempertahankan karakter budaya asalnya.
Selain itu, KEE mengangkat identitas Kota Pontianak melalui penggunaan motif Corak Insang. Motif khas tersebut diaplikasikan pada produk fesyen modern, di antaranya outer berbahan katun dengan sentuhan sulaman manual yang memberikan tampilan unik dan karakter tersendiri.
Inovasi juga terlihat pada produk tas dan aksesori yang memadukan unsur tradisional dengan desain modern. Perpaduan Tenun Ikat Sintang dan anyaman bemban dari Kapuas Hulu, misalnya, diolah menjadi tas yang menggabungkan identitas budaya lokal dengan desain elegan dan fungsional.
Kreativitas Karya Etnik Equator turut tercermin dalam pemanfaatan sumber daya alam. Salah satunya melalui kerajinan berbahan akar keladi air yang dianyam secara manual. Produk tersebut menjadi contoh pengembangan kriya yang mengedepankan keterampilan perajin, nilai budaya, dan pemanfaatan bahan alam.
Melalui Kriyanusa 2026, Karya Etnik Equator ingin menunjukkan bahwa UMKM daerah memiliki peluang untuk berkembang dan bersaing ketika memperoleh ruang pengembangan yang tepat. Produk yang dihasilkan perajin lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berperan sebagai sarana pelestarian budaya Kalimantan Barat.
Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, mengatakan dukungan terhadap Karya Etnik Equator merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong penguatan UMKM binaan agar terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih luas.
“Kami melihat Karya Etnik Equator memiliki potensi besar karena mampu menggabungkan kekayaan budaya Kalimantan Barat dengan kreativitas dan inovasi produk. Sebagai mitra binaan PTPN IV Regional V, kami terus mendorong agar UMKM seperti ini dapat berkembang, memperluas pasar, serta membawa nama Kalimantan Barat semakin dikenal,” ujar Sudarma Bhakti Lessan.
Ia menambahkan, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari aspek ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai budaya dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dengan semangat membawa karya lokal menuju pasar yang lebih luas, Karya Etnik Equator hadir dalam Kriyanusa 2026 sebagai representasi potensi UMKM Kalimantan Barat dalam menghadirkan produk kreatif yang berakar pada tradisi sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.
Melalui pengembangan inovasi, pelestarian budaya, dan perluasan pemasaran, kriya lokal diharapkan semakin dikenal serta mampu memberikan nilai tambah bagi para perajin dan masyarakat di daerah.
*Penulis; Redaksi
(Sumber; PTPN IV Regional V)