Meta Putra mengatakan pendekatan persuasif kepada WBP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menciptakan lingkungan Rutan yang aman dan nyaman.
Petugas, menurutnya, diharapkan tetap menjalankan fungsi pengamanan dengan mengedepankan sikap humanis sehingga komunikasi dan hubungan dengan warga binaan dapat terjalin dengan baik.
Jajaran Rutan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Sementara itu, Plh. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Josepina Anita Mezack, yang menjalankan tugas sementara selama Kepala Rutan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), mengapresiasi langkah cepat jajaran KPR dalam menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kami terus mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap seluruh area Rutan. Material yang tidak lagi digunakan harus ditertibkan dan diamankan agar tidak menimbulkan potensi kerawanan di kemudian hari,” ungkap Josepina.
Ia menambahkan, sinergi antarjajaran serta komunikasi yang baik dengan WBP menjadi salah satu faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan Rutan yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif.
Dengan pemeriksaan intensif, deteksi dini yang berkelanjutan, serta pendekatan persuasif dan humanis kepada WBP, Rutan Kelas IIA Ambon menyatakan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan nyaman.
Seluruh rangkaian kegiatan pembersihan dan pengamanan berlangsung aman, lancar, tertib, dan kondusif.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas IIA Ambon mencegah potensi gangguan kamtib sekaligus membangun suasana pemasyarakatan yang harmonis bagi warga binaan maupun petugas.(Gamaliel)*
Komentar