Beranda
Seputar Publik / Berita

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, BNN dan Srikandi PDDI Gelar Donor Darah, 250 Pendonor Berpartisipasi

Kolaborasi BNN, Srikandi PDDI, dan PMI DKI Jakarta menjadi momentum memperkuat semangat kemanusiaan dan gotong royong sekaligus mendukung ketersediaan stok darah.
Ketua PMI DKI, H.Beky Mardani bersama Ketua BNN, Suyudi Ario Seto, bersama Srikandi PDDI dan PMI DKI Jakarta menggelar bakti sosial donor darah dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur. Ketua PMI DKI, H.Beky Mardani bersama Ketua BNN, Suyudi Ario Seto, bersama Srikandi PDDI dan PMI DKI Jakarta menggelar bakti sosial donor darah dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Srikandi Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta menggelar bakti sosial donor darah.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (24/9/2026), tersebut diikuti sekitar 250 pendonor dari berbagai kalangan dan instansi.

Donor darah menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong, sekaligus mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Ketua Umum Srikandi PDDI Nunun Daradjatun, dan Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta H. Beky Mardani turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah tokoh perempuan dan tamu undangan juga hadir, di antaranya Ny. Norma Otto Hasibuan, Ny. Hetty Andika Perkasa, Ny. Hera Susno Duadji, serta perwakilan pengurus PDDI dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Suyudi: Nilai Pancasila Harus Diwujudkan dalam Aksi Nyata

Suyudi mengapresiasi kolaborasi antara BNN, Srikandi PDDI, PMI DKI Jakarta, dan masyarakat dalam kegiatan donor darah tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan sekitar 250 pendonor bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan kepedulian dan solidaritas masyarakat untuk membantu sesama.

“Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar ritual historis, melainkan momentum untuk menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial, harus diwujudkan melalui aksi nyata dan semangat gotong royong,” kata Suyudi.

Ia menilai donor darah merupakan salah satu bentuk sederhana penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Suyudi juga menyampaikan edukasi mengenai perkembangan ancaman narkotika yang dihadapi masyarakat saat ini.

Salah satunya terkait temuan dan maraknya penyalahgunaan narkotika dalam bentuk cair yang diselundupkan melalui perangkat vape atau rokok elektrik.

Suyudi mengajak masyarakat, khususnya keluarga, untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Srikandi PDDI Dorong Donor Darah Menjadi Gaya Hidup

Ketua Umum Srikandi PDDI Nunun Daradjatun mengatakan, kegiatan donor darah merupakan bagian dari upaya mengedukasi masyarakat agar menjadikan donor darah sebagai kebiasaan.

Menurut Nunun, donor darah tidak hanya dilakukan ketika terjadi kebutuhan mendesak, tetapi juga dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang memiliki kepedulian sosial.

Srikandi PDDI, kata dia, berfokus pada berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor secara rutin.

Nunun juga menyampaikan apresiasi kepada BNN dan PMI DKI Jakarta atas dukungan serta fasilitas yang diberikan dalam kegiatan tersebut.

PMI DKI Butuh 1.000–1.200 Kantong Darah per Hari

Sementara itu, Ketua PMI DKI Jakarta H. Beky Mardani menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan donor darah.

Ia mengatakan PMI DKI Jakarta perlu menyiapkan sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong darah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pasien di lebih dari 400 rumah sakit di Jakarta dan sekitarnya.

“Satu kantong darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa,” ujar Beky.

Ia menjelaskan, darah yang berhasil dikumpulkan tidak langsung didistribusikan kepada pasien. Setiap kantong darah terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium untuk memastikan keamanan dan kualitasnya.

Pemeriksaan tersebut antara lain mencakup skrining nucleic acid testing (NAT) untuk mendeteksi kemungkinan penyakit menular.

Darah yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan kemudian dapat diproses dan didistribusikan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan.

Kegiatan donor darah BNN bersama Srikandi PDDI dan PMI DKI Jakarta berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila dapat diwujudkan melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Penulis: Helmi