Seputarpublik, Jakarta – Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di halaman Musholla Al Hikmah Jl. Lindung RT 01/RW 12 Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (15/3/2023) malam.
Kegiatan yang dihadiri ratusan jemaah warga Teluk Gong dan khususnya jemaah pasar baru ini sekaligus dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriah.
Acara yang diisi dengan zikir, hadroh dan pengajian tersebut dihadiri ketua RT Hengky, KH Zainudin Ali , tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta ribuan jemaah, acara yang diawali dengan lantunan ayat suci Alquran membuat suasana menjadi khidmat, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah yang dibawakan oleh yakni KH Zainudin Ali.

Perayaan Isra Miraj dan bertepatan dengan penyambutan bulan suci Ramadan ini bertujuan untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah antara sesama muslim terutama di wilayah Teluk Gong pasar baru Pejagalan Jakarta utara.
KH Zainudin Ali mengatakan, Isra Miraj merupakan peristiwa sejarah umat Islam, karena pada malam tersebut Allah Swt Tuhan yang maha kuasa mengutus Rasul Nabi Besar Muhamad Saw untuk melaksanakan perjalan malam dari Masjidil Harram ke Masjidil Aqso, dan langsung ke Sudratul Muntaha untuk bertemu dengan Allah Swt.

Segala sesuatu yang Allah Swt kehendaki pasti menyimpan hikmah di baliknya. Apalagi peristiwa agung Isra’ Mi’raj. Momen yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab ini memiliki sejumlah hikmah,” terang KH Zainudin Ali.
KH Zainudin Ali mengatakan Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, sementara Mi’raj adalah naiknya Rasulullah SAW ke Sidratul Muntaha, langit tertinggi yang tak dapat dijangkau oleh makhluk apa pun, perjalanan yang sangat jauh itu dialami Rasulullah dalam waktu yang sangat singkat, dan membawa perintah Allah Swt berupa Solat 5 Waktu.
Hikmahnya mempercayai kekuasaan Allah Swt, yang diperlihatkan secara langsung. Sebab, perjalanan Nabi Muhammad seolah tak masuk akal apabila dituntaskan hanya satu malam.Akan tetapi, mempercayai kuasa Allah memerlukan kacamata keimanan. Selain itu, kejadian mahadahsyat tersebut menunjukkan bahwa mukjizat itu nyata dan hanya milik Allah semata.

Dan di akhir ceramahnya KH zainudin Ali menyuruh mematikan semua lampu dan bersholawat kepada junjungan baginda kita nabi muhammad saw,
Serta di tutup dengan berdoa bersama yang di pimpin oleh ustadz Johani.
(Tadin)