Beranda
Seputar Publik / Megapolitan

Sebanyak 36 Perguruan Silat Unjuk Kemahiran dalam Festival Silat Tradisi

Seputarpublik, Jakarta – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP Partai Gerindra , Ahmad Riza Patria, membuka Festival Silat Tradisi yang berlangsung di Gedung PPSB Aki Tirem di Komplek Walikota Jakarta Utara, Pada Minggu pagi (17/9/2023) WIB.

Sebanyak 36 perguruan silat tradisi menunjukkan kemahiran mereka dalam jurus tangan kosong dan juga senjata khas masyarakat Betawi, yakni golok.

Dengan gerakan mereka yang indah diiringi kepak gendang dan suara terompet, sesekali para pesilat anak-anak dan pesilat remaja itu berakrobat menunjukkan kebolehannya masing-masing.

Selain Ariza, sapaan akrab Riza Patria, acara ini dihadiri berbagai pihak dari Walikota Jakarta Utara, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) dan para pimpinan perguruan silat.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Astrabi (Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia) Korwil Jakarta Utara yang dipimpin oleh Baba Ahyad.

Ketua Umum Astrabi, Yusron Sjarief, dalam sambutannya mengingatkan bahwa Pencak Silat sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) asal Indonesia yang ditetapkan oleh PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) tahun 2019 lalu.

“Pencak silat harus tetap dijaga kegiatan dan keberlangsungannya, jika tidak ingin dicabut penetapannya oleh Unesco PBB. Festival silat yang diselenggarakan oleh Astrabi merupakan bagian dari upaya kami dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya bangsa Indonesia ini,” ujar Yusron Sjarief.

Ketua Umum Astrabi (Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia) Yusron Sjarief

Diperlukan upaya dan komitmen yang kuat untuk menjaga agar Pencak Silat tetap lestari.

Yusron meminta agar pemerintah memberi perhatian lebih besar terhadap silat tradisi.

“Silat tradisi Betawi ini seperti tidak punya induk semang. Untuk melakukan kegiatan kami para pelaku silat tradisi terpaksa melakukan akrobat supaya bisa memperoleh biayanya. Karena itu kami meminta agar pemerintah memberi perhatian lebih besar dan membuat nomenklatur khusus untuk kegiatan silat tradisi,” kata Yusron.

Sementara itu, Riza Patria menekankan perlunya dukungan pemerintah termasuk dukungan anggaran agar kegiatan bisa berjalan dengan baik.

“Sebab jika kegiatan kebudayaan seperti misalnya festival pencak silat Astrabi tidak digalakkan oleh masyarakat, bisa-bisa budaya kita akan hilang tergerus oleh budaya global. Kita harus mendukung kegiatan silat. Karena silat telah menunjukkan prestasinya, misalnya pada SEA Games 2023 lalu silat menjadi cabang yang meraih paling banyak medali emas,” jelas Riza Patria.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP Partai Gerindra , Ahmad Riza Patria

Selain festival pencak silat tradisi Betawi di tingkat wilayah, Astrabi juga akan menggelar festival silat tradisi untuk tingkat Jakarta dan sekitarnya, yang akan diselenggarakan di GOR Ciracas, Jakarta Timur, bulan Oktober 2023 mendatang.

Kepada seluruh perguruan silat tradisi di Jabodetabek, Ketua Umum Astrabi, Yusron Sjarief, menghimbau agar mempersiapkan diri menuju arena perlombaan itu.

“Melalui festival silat tradisi kita tunjukkan prestasi sekaligus kepedulian kita pada pelestarian dan pengembangan budaya bangsa Indonesia,” pungkas Yusron. (*/hel)