Seputar Publik / Berita

Satgas PRR Percepat Pembangunan Sumur Bor dan MCK di Sumatera, Tito: Sanitasi Penyintas Masih Perlu Diperbanyak

474 sumur bor dan 208 MCK telah dibangun di Aceh, Sumut, dan Sumbar; pemerintah dorong percepatan pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana
Satgas PRR mempercepat pembangunan sumur bor dan MCK darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dari target 836 sumur bor, baru 56 persen terealisasi. Pemerintah menegaskan pemenuhan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas utama pemulihan penyintas pascabencana Sumatera. Satgas PRR mempercepat pembangunan sumur bor dan MCK darurat di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Dari target 836 sumur bor, baru 56 persen terealisasi. Pemerintah menegaskan pemenuhan air bersih dan sanitasi menjadi prioritas utama pemulihan penyintas pascabencana Sumatera.

Seputarpublim.com, JAKARTA -- Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus menambah fasilitas sumur bor dan sarana sanitasi mandi, cuci, kakus (MCK) di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Februari 2026, dari 72 MCK yang akan dibangun di Aceh, sebanyak 54 unit telah selesai. Di Sumut, dari 139 unit yang ditargetkan, 128 unit telah rampung. Sementara di Sumbar, dari 46 unit yang direncanakan, 21 unit telah selesai dibangun.

Untuk pembangunan sumur bor, dari 578 unit yang direncanakan di Aceh, sebanyak 369 unit telah terealisasi. Di Sumut, 84 dari 152 unit telah dibangun. Sedangkan di Sumbar, 21 dari 107 unit telah selesai.

Secara total, sebanyak 208 unit MCK telah dibangun atau 80 persen dari target 257 unit di wilayah terdampak bencana Sumatera. Adapun sumur bor yang telah dibangun mencapai 474 unit atau 56 persen dari target 836 unit.

Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pembangunan sumur bor dan fasilitas MCK darurat terus dipercepat guna memenuhi kebutuhan dasar penyintas bencana. Langkah ini dilakukan untuk mencegah krisis kesehatan sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.

Tulis Komentar

Komentar