Seputar Publik / Berita

AI dan Data Center Tumbuh Pesat, Infrastruktur Energi Indonesia Dituntut Makin Siap

Pertumbuhan komputasi, cloud, kendaraan listrik, dan energi terbarukan mendorong kebutuhan listrik, konektivitas, penyimpanan energi, serta sistem kelistrikan yang lebih fleksibel.
Prof.Dr.rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia, dalam ajang IEE Series - Energy Week 2026, di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026) Prof.Dr.rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia, dalam ajang IEE Series - Energy Week 2026, di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026)

“Infrastruktur yang dibutuhkan sekarang adalah yang bisa mengolah energi secara kontinyu, memanfaatkan energi alternatif, sehingga ketergantungan terhadap energi konvensional dapat dikurangi, dan downtime dapat ditekan,” ujar Budi.

Dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis, sistem energi pun dituntut tidak hanya andal, tetapi juga mampu mengelola berbagai sumber energi secara fleksibel.

Baterai Tak Berhenti Saat Masa Pakai Berakhir

Transformasi energi juga membuat teknologi penyimpanan energi semakin penting.

Namun, perkembangan industri baterai menghadirkan tantangan baru. Persoalannya bukan hanya bagaimana memproduksi dan menggunakan baterai, tetapi juga bagaimana memastikan baterai tetap memiliki nilai setelah memasuki akhir masa penggunaan.

Prof. Dr. rer. nat Evvy Kartini dalam workshop The Battery Show Indonesia mengatakan Indonesia masih membutuhkan penguatan ekosistem untuk mengetahui secara komprehensif kondisi baterai, mulai dari siklus penggunaan, tingkat penuaan, hingga sisa kualitasnya.

Tulis Komentar

Komentar