Energy Solution Director of Huawei, Simon Wan, mengatakan pertumbuhan energi terbarukan mengubah cara energi diproduksi, dikelola, dan dimanfaatkan.
Energi tidak lagi hanya dipandang sebagai pasokan yang mengalir dari sistem terpusat menuju pengguna. Sistem energi ke depan membutuhkan kemampuan untuk mengelola berbagai sumber daya secara lebih lokal, fleksibel, dan cerdas.
“Sistem tenaga menjadi semakin lokal, fleksibel, dan kompleks. Kita membutuhkan sistem energi yang lebih cerdas dan lebih dekat dengan pengguna, sekaligus mampu mengelola berbagai sumber daya tersebut secara bersama-sama,” kata Simon.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital dan energi kini semakin sulit dipisahkan.
Data center membutuhkan infrastruktur yang scalable dan modular. Industri membutuhkan pasokan listrik yang stabil. Sementara energi terbarukan dan kendaraan listrik membutuhkan sistem penyimpanan serta pengelolaan baterai yang lebih matang.
Keseluruhan kebutuhan tersebut bermuara pada kebutuhan terhadap infrastruktur yang mampu berkembang dan beradaptasi terhadap perubahan.
Bukan hanya membangun kapasitas yang besar, tetapi memastikan infrastruktur dapat mengikuti pertumbuhan teknologi, mengintegrasikan berbagai sumber energi, menjaga keandalan pasokan, sekaligus mengelola sumber daya sepanjang siklus hidupnya.
Energy Week 2026 Berlangsung hingga 5 September
IEE Series – Energy Week 2026 berlangsung hingga Sabtu, 5 September 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Melalui Electric & Power Indonesia, Data Center Asia–Indonesia, dan The Battery Show Indonesia, Energy Week 2026 mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi dan energi membentuk kebutuhan baru terhadap infrastruktur Indonesia.(/hel)*
Komentar