"Insya Allah pengganti saya adalah 'adik saya' di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang," tulis Nanik dalam unggahannya.
Nanik juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden menerima pengunduran dirinya, namun tetap meminta dirinya berkontribusi dalam pengawasan Badan Gizi Nasional.
Ia menyebut Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan meminta dirinya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengawas.
"Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya. Kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tulisnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nanik juga menepis anggapan bahwa program tersebut memiliki muatan politik. Menurutnya, sasaran utama program MBG adalah meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD. Tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos," ujarnya.
Komentar