Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah meletakkan sejumlah fondasi reformasi di lingkungan Badan Gizi Nasional. Langkah tersebut, menurutnya, antara lain dilakukan melalui perombakan lima pejabat eselon I yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga, serta pembentukan 11 tim khusus untuk mempercepat pembenahan organisasi.
Tim-tim tersebut bertugas mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari ketepatan sasaran penerima manfaat, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Apabila nantinya resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono akan menghadapi sejumlah tantangan dalam melanjutkan proses reformasi kelembagaan sekaligus memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif dan sesuai dengan target pemerintah.
Namun, hingga saat ini, penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN masih sebatas informasi yang diperoleh dari sumber dan belum diumumkan secara resmi oleh Presiden maupun pihak Istana.(*/hel)
Komentar