“Pada awal September yang lalu, kami laksanakan kegiatan aksi bersih-bersih bersama SMKN 1 Kempo dan jajaran Dikbud Dompu, selanjutnya seminggu yang lalu bersama Bupati , Wabup dan jajaran Pemda Bima,”ungkap Hadi.
Untuk aksi bersih-bersih dan gotong royong kali ini, sebayak 20 SMAN dan SMKN yang melibatkan ratusan siswa-siswi di wilayah Kabupaten Bima dan Kota Bima, ikut terlibat membersihkan destinasi wisata pantai Kalaki.
Didepan ratusan pelajar, GM Geopark lulusan Unhas Makasar tersebut, mengajak dan mengedukasi siswa, tentang pentingnya menjaga lingkungan dan membersihkan lingkungan dari sampah. Karena saat ini keberadaan sampah di Provinsi NTB, sudah sangat memprihatinkan.
“Sampah ini sebenarnya, bukan sumber masalah.Sampah ini, kalua kita tau sampah dapat dimanfaatkan dan menghasilkan uang. Saya yakin, adik-adik memiliki unit pengelolah smpah di sekolah,”ucap pria kelahiran Bima.
Maka dari itu, sepatutnya gerakan bersih-bersih ini harus menjadi contoh bagi masyarakat. Peara pelajar dapat menjadi agent untuk mengedukasi masyarakat tentang kebersihan dan memilah sampah serta memanfaatkannya.
“Kita tidak mau kan planet tempat kita tinngal ini penuh dengan sampah. Maka adik-adik harus memiliki kesadaran untuk membiasakan diri mengelolah sampah dan ikut peduli membersihkan sampah baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat,”ajak pengusaha muda Bima tersebut.
Komentar