Hasilnya sebanyak 80,8 % sangat mantap dan mantap dengan pilihannya saat dan saat hari pencoblosan dan sebanyak 15,1 % belum mantap dan masih akan berubah pilihannya, dan sebanyak 4,1 % tidak tahu.
“Rendahnya elektabilitas pasangan petahana Edi Damansyah-Rendi Solihin dikarenakan approval rating dari pasangan petahana di bawah 50 %,” kata Zaini.
Di mana, lanjutnya, sebanyak 62,8 % masyarakat Kukar tidak puas dengan kinerja pasangan petahana Edi Damansyah dan Rendi Solihin, selama Edi Damansyah memimpin Kukar dua periode.
Hal ini terkomfirmasi dengan penilaian masyarakat saat dilakukan survei bahwa sebanyak 68,8% masyarakat menilai layanan dasar dan aksesibilitas antar wilayah.
Kualitas jalan dan jembatan di wilayah permukiman dan akses ke pusat-pusat ekonomi wilayah belum tersedia dengan baik. Kemudian sebanyak 73,8 % masyarakat Kukar menilai cakupan layanan air bersih dan energi listrik masih belum sepenuhnya dapat diakses di wilayah-wilayah terpencil di Kukar dan sebanyak 69,3 masyarakat khususnya petani mengeluh di kawasan pertanian.
“Selain itu, terdapat wilayah-wilayah pertanian potensial, belum memiliki tata kelola air yang baik, sebanyak 70,2 % mengeluh tentang ketersediaan sekolah menengah atas dan sederajat. Sehingga sebanyak 6 ribu siswa yang tidak tertampung di tingkat SMA/sederajat di wilayah Kukar,” ujarnya.
Komentar