Seputar Publik / Berita

Dedi Mulyadi Cari Kades Yang Bilang Dirinya Otoriter Soal Pembongkaran Bangli di Bekasi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan teguran kepada Kepala Desa Srijaya Canih Hermansyah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan teguran kepada Kepala Desa Srijaya Canih Hermansyah.

Dalam isi perbincangan tersebut, Dedi Mulyadi menjanjikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan dana untuk pembangunan warung baru bagi warga, Dengan merelokasikan di lokasi lain.
"Nanti kalau Bapak bikin warung baru, saya akan bangunkan warungnya langsung oleh Pemprov Jabar. Siap setuju kan?" tanya Dedi kepada warga di lokasi.  "Siap, Pak," jawab warga. Dedi Mulyadi kemudian menjelaskan bahwa pembongkaran tersebut, dilakukan untuk mencegah banjir dan mengatasi penumpukan sampah di Kali Sepak.

"Mau kan warga di sini tidak alami banjir, tidak numpuk sampah, jadi terlihat rapi dan bersih. Jadi setuju saya bongkar?" ujar Dedi. "Setuju, Pak," jawab warga. Setelah mendengar dukungan tersebut, Dedi langsung mencari Kepala desa Canih, yang sebelumnya disebut Dedi Mulyadi sempat terlihat marah. "Mana yang tadi orang yang agak marah sama saya.

Pak kades, setuju kan?" ungkap Dedi.
Canih, yang awalnya mengkritik Dedi sebagai gubernur otoriter karena dinilai tidak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dalam pembongkaran, tiba-tiba menyatakan setuju. "Setuju kalau ada penggantian," jawab Canih. Sikapnya pun berubah, dan ia menyatakan dukungannya terhadap program Dedi. "Alhamdulillah, jadi saya mendukung program Pak Gubernur," tegas Canih.

Namun, Dedi Mulyadi membantah pernyataan Canih, dan Dedi menegaskan bahwa pembongkaran bangli ini bukanlah program gubernur. "Bukan program saya, ini sebenarnya adalah program Bapak.
Kan yang kebanjiran Bapak, bukan saya," tegas  Dedi Mulyadi. 

(*/rnd).


Video Terkait

Tak Terima di Tuduh Otoriter Dedi Mulyadi Cari Kades Srijaya Canih Hermansyah .

Tulis Komentar

Komentar