Menurutnya, dengan telah dicabutnya pemberlakuan PPKM oleh Presiden Joko Widodo pada hujung tahun 2022 mendorong banyak hal untuk bangkit dan tumbuh. Hal itu lah dapat membuat gerak wisatawan lebih luas yang berdampak pada tingkat hunian hotel.
“Kami siap mendukung pemulihan ekonomi dan kebijakan pemerintah. Harapannya juga sudah saatnya bagaimana membuat kegiatan wisata atau lainnya di Kalbar sehingga ekonomi bergeliat mulai dari hulu dan hilirnya. Kami optimis tahun ini akan jauh lebih baik,” kata dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 3 Januari 2023, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalbar pada November 2022 sebesar 57,09 persen, naik 6,60 poin dibandingkan Oktober 2022 sebesar 50,49 persen. Sedangkan TPK hotel non-bintang turun sebesar 2,07 poin dari 29,79 persen menjadi 27,72 persen.
Sementara rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Kalbar pada November 2022 selama 1,75 hari, naik 0,09 hari dibandingkan Oktober 2022 yang tercatat selama 1,66 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap tamu hotel non-bintang mengalami penurunan sebesar 0,04 hari dari 1,23 menjadi 1,19 hari.
Komentar