Seputarpublik, Jakarta – Para ahli mengatakan paparan asap api akibat kebakaran sepuluh kali lebih berbahaya daripada asap dari aktivitas pembakaran lainnya dan kemungkinan besar akan mempengaruhi kesehatan orang terlepas dari kerentanan mereka.
Dikutip dari Medical Daily, Sabtu (10/6/2023), asap api mengandung partikel halus, yang disebut PM2.5. Gejala paling umum yang langsung menyerang siapa saja setelah terpapar asap terutama kelompok rentan, adalah sesak napas.
Paparan asap api bahkan dalam waktu singkat dapat menyebabkan gejala seperti iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru, serta dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.
Populasi rentan, termasuk anak-anak, lansia, wanita hamil, dan mereka yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti masalah kardiovaskular atau penyakit pernapasan, diminta untuk lebih berhati-hati karena paparan jangka pendek pun dapat mengiritasi saluran pernapasan, dan menyebabkan bahaya kesehatan yang serius.
“Materi partikulat yang ada dalam kabut ini sangat penting karena mengiritasi bronkiolus, tabung kecil yang masuk ke paru-paru Anda dan terhubung ke alveoli, yang merupakan kantung yang memungkinkan Anda bernapas,” kata seorang rheumatologist Dr. Bob Lahita.
Komentar