Seputar Publik / Berita

Tokoh Dunia Bahas Dampak AI di Bali, Soroti Masa Depan Manusia di Tengah Pesatnya Teknologi

World Encounter Summit 2026 mempertemukan pemerintah, akademisi, pemuda, tokoh agama, pelaku teknologi, dan masyarakat sipil untuk membahas AI, kesenjangan teknologi, hingga masa depan kemanusiaan.
Para peserta World Encounter Summit 2026 mengikuti rangkaian dialog di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kura Kura Bali, membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap kehidupan manusia. Para peserta World Encounter Summit 2026 mengikuti rangkaian dialog di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kura Kura Bali, membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan terhadap kehidupan manusia.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Luhut B. Pandjaitan, mengatakan Indonesia perlu membangun kapasitas nasional agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI.

“Salah satunya melalui pengembangan AI yang ditopang energi bersih serta pendidikan STEM,” tandas Luhut.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dan dukungan infrastruktur dalam membangun kemampuan nasional di bidang AI.

Meutya Soroti Riset, Talenta, dan Infrastruktur

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa tingginya penggunaan AI di kalangan generasi muda Indonesia perlu diikuti dengan penguatan riset, talenta, infrastruktur, dan kebijakan.

“Penggunaan saja tidak otomatis menjadi kapasitas nasional,” ujar Meutya.

Menurutnya, Indonesia memiliki peluang untuk berkembang sebagai pencipta teknologi, bukan sekadar menjadi pasar bagi produk AI dari negara lain.

Pandangan tersebut menempatkan penguatan ekosistem AI nasional sebagai salah satu bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Tulis Komentar

Komentar