Seputar Publik / Berita

Transfer Rp1,53 Juta, Pesanan Tak Datang: Konsumen Keluhkan Dugaan Penyalahgunaan Nomor WhatsApp RM Pagi Sore BSD

Konsumen mengaku mengalami dua kali pemotongan saldo setelah memesan nasi Padang melalui nomor WhatsApp yang ditemukan di profil Google restoran. Manajemen RM Pagi Sore BSD membantah terlibat dan menyebut nomor kontak diduga disalahgunakan.
Pesan nasi Padang melalui nomor WhatsApp yang ditemukan di profil Google restoran, seorang konsumen mengaku kehilangan Rp1,538 juta setelah saldo rekeningnya terpotong dua kali. Manajemen RM Pagi Sore BSD menyatakan nomor tersebut diduga disalahgunakan dan membantah menerima pembayaran.(Foto; ilustrasi). Pesan nasi Padang melalui nomor WhatsApp yang ditemukan di profil Google restoran, seorang konsumen mengaku kehilangan Rp1,538 juta setelah saldo rekeningnya terpotong dua kali. Manajemen RM Pagi Sore BSD menyatakan nomor tersebut diduga disalahgunakan dan membantah menerima pembayaran.(Foto; ilustrasi).

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak RM Pagi Sore BSD menyampaikan bahwa TLC merupakan pelanggan lama restoran. Manajemen membantah terlibat dalam dugaan penipuan tersebut.

Pihak restoran menyebut TLC sebagai korban penyalahgunaan nomor kontak dan menegaskan bahwa dana yang ditransfer konsumen tidak diterima oleh pihak RM Pagi Sore BSD.

Manajemen juga menyatakan bahwa tim media sosial telah mengambil langkah untuk menangani persoalan tersebut. Pihak restoran mengaku turut dirugikan akibat kejadian itu, karena berpotensi kehilangan pelanggan serta berdampak terhadap nama baik usaha.

Terkait penyelesaian persoalan, pihak RM Pagi Sore BSD mempersilakan TLC untuk melaporkan kejadian tersebut kepada aparat penegak hukum apabila merasa dirugikan.

"Apabila merasa dirugikan atas kejadian yang dialami, silakan menghubungi pihak yang berwajib. Menurut kami, akan lebih baik jika persoalan ini diselesaikan di sana," demikian pernyataan pihak RM Pagi Sore BSD.

Hingga berita ini disusun, keterangan mengenai pihak yang mengelola nomor WhatsApp tersebut, aliran dana transaksi, serta penyebab terjadinya pemotongan saldo dua kali masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi konsumen untuk memastikan keaslian nomor kontak dan rekening tujuan sebelum melakukan pembayaran secara daring. Di sisi lain, pengelola usaha juga perlu memastikan informasi kontak resmi yang ditampilkan pada platform digital selalu terjaga dan mudah diverifikasi.

*(Redaksi SeputarPublik.com)

Tulis Komentar

Komentar