Beranda
Seputar Publik / Berita

Update Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: 7 Tewas, 74 Luka

Tabrakan Commuter Line dan Argo Bromo Anggrek, evakuasi korban masih berlangsung dan penanganan difokuskan di sejumlah rumah sakit
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekas Timur, Senin malam (27/4/ 2026) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekas Timur, Senin malam (27/4/ 2026)

Seputarpublik.com, BEKASI — Jumlah korban dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan Commuter Line dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, total korban luka yang telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis mencapai 74 orang.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan bahwa para korban saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi.

“Posisi terakhir, 59 korban dirawat di RSUD, 12 di RS Primaya, dan 3 di RS Bela,” ujarnya.

Selain korban luka, terdapat pula korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Tri menyebutkan, empat korban tewas telah dievakuasi ke dua rumah sakit berbeda.


“Di RSUD tiga korban meninggal dunia dan di RS Bela satu jenazah,” katanya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT Kereta Api Indonesia (Persero), Anne Purba, memastikan seluruh penumpang kereta Argo Bromo Anggrek dalam kondisi selamat. Korban luka dalam peristiwa ini disebut berasal dari penumpang Commuter Line.

Pihak KAI saat ini masih memprioritaskan proses evakuasi korban, termasuk penanganan penumpang yang dilaporkan masih terjepit di dalam gerbong.

“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam dan memohon maaf atas kejadian ini,” ujar Anne.

Berdasarkan data sementara, kecelakaan ini mengakibatkan total tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung di lokasi kejadian.(Hel)*