Seputarpublik.com || TEGAL – Universitas Pancasakti (UPS) Tegal berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal mengembangkan layanan darurat Call Center 112 yang lebih inklusif melalui sistem panggilan video (video call) bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara.(28/1/2026).
Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Hibah BESTARI-SAINTEK Tahun Anggaran 2026 dengan proyek bertajuk "Model Ekosistem Layanan Publik Inklusif: Pengembangan Call Center 112 Berbasis Video untuk Tunawicara sebagai Upaya Mewujudkan Akses Layanan yang Adaptif dan Aksesibel Bagi Masyarakat Rentan."
Selama ini, layanan darurat 112 hanya dapat diakses melalui panggilan suara, sehingga menyulitkan penyandang tunawicara maupun disabilitas rungu ketika menghadapi kondisi darurat seperti bencana, kebakaran, kecelakaan, maupun keadaan medis yang membutuhkan penanganan segera.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen dan peneliti UPS Tegal merancang sistem panggilan video yang memungkinkan penyandang disabilitas berkomunikasi langsung dengan petugas menggunakan bahasa isyarat maupun gerakan tubuh, tanpa harus bergantung pada bantuan orang lain.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tegal, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tegal sebagai pengelola layanan Call Center 112.
Kepala Diskominfo Kabupaten Tegal, Dra. Nurharyati, M.M., menyampaikan bahwa inovasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pelayanan publik yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
> "Kami sangat bangga dan mengapresiasi kerja keras tim riset Program Hibah BESTARI-SAINTEK Universitas Pancasakti Tegal. Selama ini kami mencari solusi agar layanan 112 dapat diakses semua kalangan. Inovasi panggilan video ini menjadi langkah tepat dalam menghadirkan layanan darurat yang inklusif dan ramah disabilitas," ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala UPTD Loka Bina Karya (LBK) Kabupaten Tegal, Umi Diyah Arti, S.K.M., M.M., yang menilai inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, pengembangan layanan berbasis video merupakan terobosan yang menjawab kebutuhan mendasar masyarakat rentan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap hak-hak penyandang disabilitas.
> "Ini merupakan terobosan yang langsung menyentuh kebutuhan teman-teman disabilitas. Inovasi ini memberikan rasa aman, rasa keadilan, serta pengakuan nyata terhadap hak keselamatan penyandang disabilitas," katanya.
Sebagai bagian dari implementasi program, tim peneliti UPS Tegal juga akan memberikan pelatihan dasar bahasa isyarat kepada para operator Call Center 112 di Diskominfo Kabupaten Tegal.
Selain itu, akan dilakukan uji coba sistem bersama komunitas penyandang disabilitas binaan UPTD Loka Bina Karya Kabupaten Tegal guna memastikan layanan dapat berfungsi secara optimal sesuai kebutuhan pengguna.
Kolaborasi antara UPS Tegal, Pemerintah Kabupaten Tegal, Diskominfo, dan UPTD Loka Bina Karya diharapkan menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan layanan darurat yang inklusif, adaptif, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui inovasi ini, akses terhadap layanan kedaruratan diharapkan semakin setara sehingga setiap warga, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan secara cepat, aman, dan mandiri ketika menghadapi situasi darurat.(SmL)*