Beranda
Seputar Publik / Berita

Wakasau Tinjau Kesiapan Alat Modifikasi Cuaca di Koharmatau, TNI AU Perkuat Dukungan Hadapi Karhutla

Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi meninjau pengerjaan perangkat OMC untuk pesawat C-130 Hercules dan CN-295 di Bandung. Pengujian dan penerapan standar keselamatan menjadi perhatian sebelum peralatan digunakan dalam operasi.
Wakasau Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi meninjau kesiapan perangkat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Depohar 10, Bandung, Rabu (21/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan, tahapan pengujian, dan penerapan keselamatan kerja dalam mendukung operasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Wakasau Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi meninjau kesiapan perangkat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Depohar 10, Bandung, Rabu (21/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan peralatan, tahapan pengujian, dan penerapan keselamatan kerja dalam mendukung operasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Seputarpublik.com || BANDUNG, — Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Ir. Tedi Rizalihadi, S., M.M., meninjau kesiapan perangkat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikerjakan di Dathar 15 dan Sathar 14, Depo Pemeliharaan 10 (Depohar 10), Bandung, Rabu (21 Oktober 2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan peralatan pendukung operasi udara dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah rawan seperti Sumatra dan Kalimantan.

Dalam kegiatan itu, Wakasau didampingi sejumlah pejabat utama Mabesau, Dankoharmatau, Dirharpesbang, Dandepohar 10, Dansathar 15, Dansathar 14, serta personel Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebelum melihat langsung proses pengerjaan, Wakasau menerima paparan dari Komandan Depohar 10, Kolonel Tek Taufik Yulianto, S.T., mengenai mekanisme dan perkembangan pengerjaan perangkat OMC yang direncanakan dipasang pada dua jenis pesawat, yakni C-130 Hercules dan CN-295.

Kedua pesawat tersebut telah menjalani uji statis, sementara pengujian dinamis masih berlangsung di wilayah Bandung. Tahapan pengujian ini menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan dan kelayakan perangkat sebelum digunakan dalam mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Wakasau Tekankan Keselamatan dan Kesiapan Teknis

Dalam peninjauan tersebut, Wakasau juga berdialog langsung dengan para teknisi yang diperbantukan dari Depohar 30, Depohar 60, Depohar 70, dan Depohar 80.

Wakasau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta sinergi seluruh personel dalam menyelesaikan pengerjaan perangkat OMC. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas harus selalu diimbangi dengan penerapan standar keamanan dan keselamatan kerja (safety).

Menurutnya, hasil pekerjaan yang optimal tidak akan berarti apabila dicapai dengan mengabaikan keselamatan personel maupun peralatan. Karena itu, aspek keselamatan harus menjadi bagian utama dalam setiap tahapan pengerjaan dan pengujian.

Penekanan tersebut menjadi penting mengingat perangkat yang sedang disiapkan akan mendukung pelaksanaan operasi udara. Kesiapan teknis perlu berjalan beriringan dengan prosedur kerja yang aman dan terukur.

TNI AU Siapkan Penguatan Perangkat OMC untuk Hadapi Karhutla

Lebih lanjut, Wakasau menekankan perlunya perencanaan matang untuk pengadaan perangkat OMC serupa, termasuk perangkat cadangan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kesiapan TNI AU dalam menghadapi potensi karhutla, terutama ketika terjadi musim kemarau berkepanjangan.

Rencana pengadaan tersebut diminta segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan prioritas organisasi.

Kesiapan perangkat OMC menjadi salah satu unsur pendukung dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca. Dalam konteks penanganan karhutla, operasi ini dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi sesuai kondisi meteorologis dan hasil koordinasi dengan instansi terkait.

Melalui kesiapan peralatan, profesionalisme teknisi, serta koordinasi yang solid antara satuan pemeliharaan dan instansi terkait, TNI AU diharapkan dapat memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan OMC.

Peninjauan di Depohar 10 ini sekaligus menegaskan pentingnya persiapan teknis dan penerapan keselamatan kerja sebelum perangkat digunakan untuk mendukung operasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.(Redaksi.)

Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang