Bima juga mengingatkan bahwa tantangan ketahanan pangan masih cukup besar. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.
> "Bagaimana mungkin kita bisa menggarap bonus demografi menjadi manusia-manusia tangguh lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan tanpa memastikan kota-kota ini tangguh secara pangan dan mampu menyediakan makanan yang sehat," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang telah menunjukkan komitmen melalui dukungan anggaran untuk pembangunan sektor pangan. Menurutnya, langkah tersebut perlu terus diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Ia mengajak seluruh pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta berbagai pihak terkait untuk bersama-sama membangun ekosistem pangan perkotaan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
> "Mari kita sama-sama memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk membangun ekosistem menuju kota-kota Indonesia dengan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya.
Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 turut dihadiri oleh Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Rico Tri Putra Bayu Waas, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Direktur Operasional Rikolto Asia Tenggara Lily Wayong, serta para Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan perwakilan Bappeda dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap penguatan ketahanan pangan perkotaan mampu mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan siap membawa Indonesia menuju negara maju di masa depan.(Red)*
(Puspen Kemendagri)
Komentar