Capaian tersebut, lanjutnya, turut didorong oleh penguatan transparansi pemerintahan desa, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Selain itu, Wiyagus menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Kopdeskel dinilai strategis sebagai penggerak produksi, distribusi, dan pemasaran hasil desa, sekaligus dapat disinergikan dengan Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan bahan pangan lokal dan penguatan rantai pasok pangan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus juga menyampaikan duka cita atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun desa yang tangguh terhadap bencana.
“Kemandirian desa harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim, agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.
Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, yang menjadi momentum penguatan peran desa sebagai pilar utama pembangunan nasional. [Red]
Puspen Kemendagri
Komentar