Pancaran cahaya ini, kata UAS, adalah tujuan yang selalu diupayakan oleh orang-orang beriman, meskipun tidak semua orang akan mendapatkannya. Para nabi, sahabat, dan orang-orang saleh yang bertakwa kepada Allah SWT pasti akan memiliki pancaran cahaya tersebut pada hari kebangkitan.
Hal lain, lanjut UAS, adalah dengan rajin sholat lima waktu, dimana dalam sholat itu kita selalu membaca ihdinaa shirotol mustaqiim (Tunjukilah kami jalan yang lurus) maksudnya Tuntunlah kami, Bimbinglah kami dan Arahkan kami kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang sangat jelas yang menghantarkan kepada Allah dan kepada surganya.
“Nah, itulah keutamaan cahaya hati. Karena komando dari diri kita semua adalah hati, semuanya tergantung hati kita, jika hati kita kotor maka kotorlah perbuatan kita, dan sebaliknya,” terangnya.

Ketua DKM Masjid Jami Al Anwar, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk ustadz H. Masykuri H. Jamhuri saat memberikan sambutan.
Sementara itu Ketua DKM Masjid Jami Al Anwar, ustadz H Masykuri H Jamhuri, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua para donatur yang sudah memberikan sumbangsihnya sehingga dapat terselenggaranya acara Maulid Agung ini.
“Semoga kita semua mendapatkan ganjaran pahala yang setimpal dari Allah SWT,” ucap H Masykuri.
Seperti diketahui, peringatan Maulid Nabi merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh departemen hari-hari besar Islam di Masjid Al Anwar.
Salah satu tujuannya adalah sebagai media untuk mensyiarkan agama Islam dan menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan sunah-sunahnya.
(Hel)
Komentar