“Sekaligus juga bisa silaturahmi dengan sanak kerabat dan berdiskusi terkait penyelesaian Islamic Center Bekasi yang harus segera diselesaikan payung hukumnya,” ujar Plt Wali Kota Bekasi
Sebab, menurut Tri Adhianto, Islamic Centre Bekasi adalah bukti sejarah dari seorang kiyai yang menggagas ide untuk seorang Bupati. KH Noer Alie menyampaikan gagasan, bupatinya H Suko Martono Sami’na Wa Atho’na dengan gagasan itu. Sinergi dua kekuatan umat inilah yang melahirkan Islamic Centre Bekasi. Ini keharmonisan antara ulama dan umaro.
Dijelaskan, Islamic Center merupakan sebuah perjalanan sejarah besar yang memiliki nilai spiritual yang tinggi. Bisa dipahami, dakwah yang makin banyak tantangan, kehidupan sosial yang makin matrialistik, hedonistic dan hidup dalam suasana disharmoni.
Pastinya berdakwah menuntut banyak kekuatan dan kecakapan. Perkembangan Islamic Center merupakan pusat kajian keilmuan Islam, informasi dan melahirkan tokoh tokoh cendekiawan.
“Islamic memiliki perjalanan sejarah Bekasi, memiliki nilai spiritual yang tinggi, menjadi pusat kajian keilmuan, informasi dan melahirkan tokoh cendekiawan. Islamic merupakan pusat dari umat Islam, menjadi milik umat yang ada di Kota Bekasi, tentunya ini menjadi simbol dari keberagaman serta keharmonisan,” jelas Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Komentar