Seputar Publik / Berita

24 Mahasiswa UNJ Studi Lapangan di Lapas Narkotika Jakarta, Pelajari Langsung Program Pembinaan Warga Binaan

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta memperoleh pengalaman langsung mengenai pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan warga binaan di Lapas Narkotika Jakarta.
Sebanyak 24 mahasiswa UNJ melaksanakan studi lapangan di Lapas Narkotika Jakarta untuk memahami secara langsung program pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan warga binaan. Sebanyak 24 mahasiswa UNJ melaksanakan studi lapangan di Lapas Narkotika Jakarta untuk memahami secara langsung program pembinaan, pendidikan, dan pemberdayaan warga binaan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi area pembinaan kemandirian yang menjadi salah satu program unggulan Lapas Narkotika Jakarta. Di lokasi tersebut, mahasiswa menyaksikan berbagai pelatihan keterampilan yang diberikan kepada warga binaan sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian saat kembali ke tengah masyarakat.

Selain itu, mahasiswa turut mengunjungi area pembinaan kepribadian dan kegiatan pendidikan yang diselenggarakan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi diri selama menjalani masa pembinaan.

Sebagai bagian dari studi lapangan, para mahasiswa juga melaksanakan praktik pembelajaran dengan memberikan materi dan berbagi pengetahuan secara langsung kepada warga binaan. Interaksi tersebut menjadi ruang pertukaran ilmu yang bermanfaat sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu Pendidikan Masyarakat yang dipelajari di bangku perkuliahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran pendidikan dalam mendukung proses pembinaan warga binaan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang humanis, edukatif, serta berorientasi pada pemberdayaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kegiatan studi lapangan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pemasyarakatan dalam membangun pemahaman yang lebih luas mengenai proses pembinaan, pendidikan, dan reintegrasi sosial sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan produktif.(Gama'L)*

Tulis Komentar

Komentar